Minggu, 3 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 16 November 2021: Pertobatan Sejati

Menurut Lukas, Zakheus bekerja sebagai kepala pemungut cukai, seorang kaya dan memiliki ukuran badan pendek (Luk 19:2-3).

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Orang Yahudi menilai, pemungut cukai adalah koruptor yang “memakan” keringat sesamanya sendiri.    

Menurut catatan Lukas, dalam perjalanannya yang terakhir kali menuju Yerusalem, Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

Zakheus yang menjadi kepala pemungut cukai di Yerikho berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya, "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Perjumpaan Yesus dan Zakheus adalah respons kepada orang-orang Yahudi, terutama golongan Farisi, yang sering mengkritik Yesus yang sering bersama-sama orang berdosa.

Yesus justru melakukan apa yang tidak disukai orang banyak.

Yesus merobohkan dinding pembatas sosial yang memisahkan pergaulan dengan orang-orang yang dianggap berdosa.

Kita sering baca dalam Injil, Yesus masuk ke rumah orang-orang berdosa dan duduk makan bersama mereka.

Makan bersama adalah momen tanda persahabatan (Fellowship).

Kita hanya akan menikmati makan bersama dengan orang-orang yang membuat kita merasa nyaman.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved