Breaking News:

Berita NTT

PWNU NTT Belum Ada Keputusan Untuk Soal Muktamar ke 34 Tahun Ini

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT mengaku belum ada keputusan terkait dengan proses pemilihan ketua PBNU dalam muktamar ke 34 yang direncana

Editor: Ferry Ndoen
Keterangan foto: Irfan Hoi/
Ketua PWNU NTT, KH Pua Monto Umbu Nay 

WNU NTT Belum Ada Keputusan Untuk Soal Muktamar ke 34 Tahun Ini

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT mengaku belum ada keputusan terkait dengan proses pemilihan ketua PBNU dalam muktamar ke 34 yang direncanakan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung.

Ketua PWNU NTT, KH Pua Monto Umbu Nay, Minggu 14 November 2021 mengatakan, untuk muktamar NU nantinya pihaknya belum memikirkan. Dia mengaku total suara di PWNU NTT sebanyak 23 suara.

"Dari kami melakukan konsolidasi dengan reman-teman pengurus cabang (PC) karena yang punya hak suara juga PC, dari PW hanya 1 suara, PC ada 22. Kami karena sibuk menyiapkan semua kegiatan diawal kepemimpinan diberbagai hal jadi hampir belum terpikirkan untuk muktamar," katanya.

Pua Monto menyebut usai prosesi pelantikan, akan dilakukan konsolidasi dengan PC untuk membicarakan hal ini. Dia menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan sebab waktu pelaksanaan muktamar juga masih cukup lama.

Baca juga: Bobotoh Geulis Minta Persib Waspadai Persija karena Ingin Pertahankan Rekor Unbeaten, Ini Datanya

Dalam mekanisme proses pemilihan, nama calon ketua akan diusulkan sesepuh yang berjumlah 9 orang. Nama-nama calon ketua yang restui kemudian dibawa ke muktamar untuk diplenokan dan dipilih oleh pemilik suara.

Meski ketua PBNU saat ini, KH. Said Aqil Siroaj menyatakan sikap untuk kembali bertarung dalam pemilihan nanti, Pua Monto menyebut PWNU NTT belum bisa bersikap memberikan dukungan.

Dia mengaku, pihaknya mempunyai pengalaman yang cukup kelam dalam prosesi pemilihan ketua PBNU. Sehingga sikap menentukan pilihan harus dipikirkan dengan matang bersama PC di NTT.

"Karena memang kami punya cerita kelam masa lalu. Ketika muktamar dua kali, ketika beliau menjadi ketua umum hari ini, itu kan dua kali muktamar di Ujung Pandang dan Jombang, NTT itu tidak bersikap rill.  Akhirnya dampak itu kurang perhatian PBNU ke NTT," jelas Pua Monto.

Selama ini, PC dan PW di NTT disebutkan berjalan dengan kekuatan sendiri tanpa perhatian lebih dari PBNU. Dengan kehadiran ketua PBNU di NTT hari ini, menurut dia belum tentu pilihan PWNU NTT bermuara kesitu.

"Bisa ia bisa tidak, karena ada calon lain yang cukup kuat, Gus Yahya, yang cukup kuat," ucapnya.

Untuk itu, dia mengenaskan PWNU NTT akan terus memantau tiap perkembangan jelang muktamar agar keputusan yang diambil bisa memberi kontribusi bagi PWNU NTT kedepan. (*)

Berita NTT Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved