Selasa, 5 Mei 2026

Berita Lembata

Banjir Dari Ile Lewotolok Terjang Beberapa Desa di Ile Ape, Sejumlah Ruas Jalan Terputus

banjir lahar dingin itu terjadi akibat adanya intensitas curah hujan yang tinggi di puncak gunung sejak malam hari

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Dokumen warga
Bekas aliran banjir bandang yang dilalui lahar dingin dari puncak Gunung Ile Lewotolok. Sejumlah ruas jalan di Ile Ape terputus, Sabtu, 13 November 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Banjir kembali terjadi di beberapa desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir yang berasal dari Gunung Ile Lewotolok menerjang Desa Tanjung Batu, Desa Amakaka dan Desa Napasabok.

Sejumlah ruas jalan di desa-desa tersebut juga rusak total dan tidak bisa dilewati kendaraan. 

Warga setempat dikabarkan panik. Mereka khawatir terjadi lagi bencana seperti beberapa waktu lalu.

Sejak Jumat kemarin, lahar dingin yang berasal dari puncak gunung api Ile Lewotolok meluap melewati bantaran kali bekas bencana banjir dan tanah longsor akibat Badai Seroja pada 4 April 2021 lalu. Aliran air masih melewati kali bekas bencana banjir dan tanah longsor akibat Badai Seroja 4 April 2021 silam.

Tampak material berupa batu, tanah dan pasir dari puncak gunung terbawa menuju pesisir pantai yang merupakan hilir kali.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata Andris Koban meminta warga menjauhi wilayah aliran air dari Gunung Ile Lewotolok, mengingat intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

Baca juga: Kisah Regina Tukan, Petani Kecil di Lembata yang Tanahnya Dirampas

"Waspada luapan air dari gunung. Jauhi daerah aliran banjir dan lahar dingin," pesannya.

 Goris Nimanuho, warga desa Napasabok menjelaskan bahwa banjir lahar dingin itu terjadi akibat adanya intensitas curah hujan yang tinggi di puncak gunung sejak malam hari. 

“Hujan di atas gunung dari tengah malam sampai pagi yang makanya meluap”, ungkap Goris kepada wartawan.

Akibat banjir lahar dingin ini sebagian warga desa Napasabok dibuat panik. Mereka takut akan terjadi banjir susulan yang lebih besar.

Selain itu, akibat banjir lahar dingin ini juga membuat akses transportasi dan mobilisasi orang terputus. 

“Banjir ini terjadi persis di tengah jalan umum karena memang salah satu akses keluar masuk hanya melalui jalur itu,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan, Teddy Making, warga desa Bungamuda. Dia menuturkan, banjir lahar dingin ini terjadi karena adanya curah hujan yang tinggi selama beberapa hari di puncak gunung.

“Sejak kemarin sudah ada tapi kecil saja, tapi pagi sampai siang ini yang besar sekali,” katanya. 

Baca juga: KPU Lembata Ajukan Anggaran Rp 35 Miliar Lebih Untuk Pilkada 2024

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved