KKB Papua
Andika Perkasa Siap Tumpas KKB Papua dengan Pertempuran tanpa Peperangan
Bagaimana strategi Andika nantinya dalam menumpas KKB Papua yang terus merongrong keamanan dan kenyamanan di Papua dan Papua Barat.
“Jadi penambahan prajurit di sana bukan berarti otomatis itu hanya penebalan pasukan untuk memerangi rakyat, tetapi memang kebutuhan itu masih banyak, masih kosong,” ujarnya.
Dave menambahkan, semestinya bukan hanya penempatan personel, tapi juga harus memanfaatkan teknologi yang sekarang dimiliki di Papua.
Misalnya dengan memanfaatkan drone yang teknologinya pada hari ini kian canggih. Banyak juga drone hasil karya anak bangsa dengan berbagai kemampuan, termasuk senjata.
“Nah, itulah yang kita harus kembangkan sehingga untuk mengatasi kekosongan peralatan tempur kita, kita harus meningkatkan kemampuan kita kemampuan SDM kita, harus kita harus berani investasi juga di riset and development, sehingga kemampuan TNI itu ya udah bisa mengisi kekosongan-kekosongan yang ada,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Tumpas KKB di Papua, Jenderal Andika Koordinasi dengan Polri: Densus 88 Disiapkan,
Tumpas KKB di Papua, Jenderal Andika Koordinasi dengan Polri: Densus 88 Disiapkan
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jenderal Andika Perkasa segera berkoordinasi dengan Polri terkait penindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Tentunya setelah ia dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.
Hal ini dibeberkan oleh Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto.
Benny mengatakan penindakan KKB di Papua oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menunggu koordinasi dengan Panglima TNI.
"Setelah dilantik nanti, Panglima TNI tentunya melakukan koordinasi dengan Polri dan pemerintah provinsi untuk mewujudkan apa yang sudah dipaparkan saat "fit and proper test" di DPR.
Kita tunggu implementasi program tersebut," ujar Benny, dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas, Selasa (9/11/2021).
Benny menyebutkan, semua pihak termasuk dirinya mendengarkan paparan calon Panglima TNI dalam "fit and proper test" di Komisi I DPR RI.
Salah satunya program memenangkan pertempuran tanpa peperangan.
Hal ini yang dimaksudkan Benny dalam menyelesaikan masalah KKB Papua menunggu koordinasi Panglima TNI terpilih.