Berita Sumba Timur

Proyek Lii Marapu Resmi Dimulai di Kampung Raja Prailiu Sumba 

proyek akan berjalan selama 2 tahun. Perintah sangat wellcome karena segala sesuatu tidak bisa hanya diurus pemerintah

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumba Timur, Yakobus Yiwa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Proyek Lii Marapu resmi dimulai di Sumba. Kick off proyek yang dikembangkan oleh Konsorsium Sumba Integrated Development (SID) dan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga Foundation) yang didukung oleh VOICE itu dilaksanakan di Kampung Raja Prailiu Kota Waingapu, Jumat 5 November 2021.

Kick Off ditandai dengan Patalamba atau pemukulan gendang oleh Asisten 1 Setda Sumba Timur, Yakobus Yiwa mewakili Bupati Sumba Timur Khristofel A Praing.

Yakobus didampingi Pimpinan Sumba Integrated Development Anton Kila dan Ketua Pengurus Penghayat Marapu Kabupaten Sumba Timur. 

Anton Jawamara, Manajer Program Lii Marapu menyebut proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses partisipasi politik masyarakat sipil khususnya penghayat kepercayaan Marapu baik secara sosial maupun pendidikan di Kabupaten Sumba Timur

Anton mengatakan, ada empat kecamatan yang menjadi sasaran proyek yaitu Kecamatan Kota Waingapu, Kecamatan Umalulu, Kecamatan Rindi dan Kecamatan Kahaungu Eti.

Proyek tersebut, lanjut dia, akan dilaksanakan di Kabupaten Sumba Timur Provinsi NTT selama 2 tahun terhitung sejak september 2021 hingga agustus 2023. 

Baca juga: Update Covid Sumba Timur Data Dua Hari Terakhir, Begini Jumlah Pasien  Positif di Sumba Timur

"Fokus proyek ini yakni pada meningkatkan akses layanan sosial dan pendidikan bagi masyarakat adat suku Marapu Sumba di Sumba Timur termasuk anak-anak (15-18 tahun), pemuda (18-30 tahun) dan perempuan melalui pembinaan partisipasi politik," kata dia. 

Asisten 1 Kabupaten Sumba Timur, Yakobus Yiwa menyebut pemerintah mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan proyek Lii Marapu di Kabupaten Sumba Timur.

Hal itu dijelaskan Yiwa, karena pemerintah tidak dapat mengurus semua hal sendiri. 

"Ini suatu hal yang sangat menarik karena proyek akan berjalan selama 2 tahun. Perintah sangat wellcome karena segala sesuatu tidak bisa hanya diurus pemerintah," ujar Yakobus Yiwa. 

Ia mengatakan, pemerintah Sumba Timur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Konsorsium Sumba Integrated Development (SID), Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga Foundation) dan VOICE yang menyelenggarakan proyek tersebut. 

Baca juga: Kota Waingapu Sumba Timur Alami Deflasi Pada Oktober 2021

Bupati Sumba Timur Khristofel A Praing, kata Yakobus Yiwa, akan mendukung penuh program tersebut.

Yakobus mengatakan, Bupati Praing juga merupakan salah satu orang yang menjadi saksi dalam sidang gugatan penganut kepercayaan Marapu di Mahkamah Konstitusi

Pimpinan SID, Anto Killa mengatakan Marapu sebagai bagian kepercayaan yang lahir dari rahim budaya Sumba harus dijaga dan dilestarikan. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved