Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 3 November 2021: Pilihan Tegas
Penginjil Lukas menyebutkan bahwa "banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya" (Luk 14:25).
Bukan karena mengikuti Yesus itu bertolak belakang dengan ikatan keluarga atau hubungan darah, melainkan agar perkara Kerajaan Allah tidak dibataskan atau diganggu lagi dengan urusan tetek bengek soal famili, masalah konflik saudara-saudari dalam hal warisan, terjebak dalam nepotisme, dan sebagainya.
Syarat kedua ialah mengangkat salib dan mengikuti Yesus. "Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Luk 14:27).
Penyaliban adalah hukuman paling hina zaman itu. Dengan bicara tentang salib, Yesus menyerukan agar kita yang mengikuti-Nya, mati di salib. Atau, siap memikul balok salib sampai ke tempat eksekusi.
Tentu saja, memikul salib harus diartikan sebagai kiasan. Maksudnya, sebagai pengikut-Nya, kita seharusnya melekat kepada Yesus, sehingga kita mampu memandang hidup di bumi ini sebagai sesuatu yang bukan tujuan.
Untuk bersatu dengan Yesus, kita mesti memilih "mati bagi diri sendiri", mati bagi segala sesuatu yang biasa kita kejar sebagai kepentingan utama hidup kita.
Memikul salib juga berarti mengikuti jejak langkah Yesus, meniti jalan yang sama. Yesus memikul salib. Kita tinggal ikut memanggulnya. Ikut meringankan beban perjalanan-Nya seperti Simon dari Kirene. Menjadi teman seperjalanan Yesus.
Pilihan "mengikuti Yesus" itu harus diambil dengan pertimbangan yang matang, bukan asal-asalan. Pilihan diambil dengan mempertimbangkan kesanggupan diri, keteguhan hati, dan risiko yang akan ditanggung.
"Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikannya, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya" (Luk 14:28-30).
De facto kita masih mengikuti Yesus. Perjalanan kita masih panjang. Bisa jadi kita kelelahan, haus dan kelaparan.
Mungkin dalam perjalanan, kita tergiur hal yang lain, lalu muncul keinginan atau bahkan sempat meninggalkan Yesus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 3 November 2021: Barui Komitmen
Olehnya, kita diingatkan bahwa keputusan sudah pernah kita buat. Bahwa keputusan kita ternyata belum final, tuntas. Kita harus kembali memperbaharui keputusan kita. Kita menuntaskan keputusan kita.
Dan, kita pinta kepada Yesus kekuatan agar kita bisa kuat dan mampu bertahan, dengan pengorbanan yang harus ditanggung dengan lapang hati. *
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 3 November 2021:
Bacaan Pertama Roma 13:8-10
Kasih itu kegenapan hukum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)