Rakyat Lembata Dukung Pemberantasan Korupsi

Kita pantas mengapresiasi langkah kecil dengan komitmen besar dalam bingkai satu hati (taan tou) yang dilakukan Bupati Thomas Ola Langoday

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Rakyat Lembata Dukung Pemberantasan Korupsi

Oleh Steph Tupeng Witin

Penulis Buku “Lembata Negeri Kecil Salah Urus” (NI 2016)

POS-KUPANG.COM - Kita pantas mengapresiasi langkah kecil dengan komitmen besar dalam bingkai satu hati (taan tou) yang dilakukan Bupati Thomas Ola Langoday sejak pelantikan pada 16 September 2021 lalu.

Boleh jadi, secercah perubahan wajah Kota Lewoleba saat ini merupakan imbas kebijakan bupati sebelumnya, terutama soal anggaran tapi kita mesti jujur akui bahwa kunci utama perubahan adalah bupati yang mesti berperan sebagai pemimpin.

Lembata selama periode sebelumnya tidak banyak berubah, malah mengalami kemunduran sangat signifikan karena pola kepemimpinan yang saya sebut “salah urus.”

Kita bisa katakan bahwa bupati memimpin Lembata tanpa kepemimpinan yang mengarusutamakan kepentingan rakyat tapi malah “menganakemaskan” segelintir kecil kontraktor-kapitalis yang begitu berkuasa mengatur kapan sebuah proyek dikerjakan dan-ini yang hebat-kapitalis itu bisa memerintah dan mengatur kepala dinas.

Kepemimpinan yang telah disusupi tangan kapitalis hanya akan semakin membusukkan birokrasi dan menghadirkan celah korupsi dalam segala level.

Ketika korupsi telah membusukkan ruang birokrasi, segala kejahatan dalam beragam bentuk akan beranakpinak.

Bahkan pembusukan itu berdaya menghancurkan kohesi relasi sosial dan merusak keutuhan rumah tangga.

Kita sedih membaca pascapelantikan Bupati Lembata, isu dan fakta korupsi berkelindan dengan isu dan fakta perselingkuhan di kalangan elite politik-birokrasi.

Beberapa ASN mulai di-BAP dan kasus-kasus korupsi mulai terkuak ke permukaan.

Kasus korupsi Awololong yang tertatih selama kepemimpinan Bupati Yance Sunur, kini bergulir tanpa halangan di ruang pengadilan.

Publik berharap pada profesionalisme dan suara nurani penegak hukum.

Kita baca nama Kadis Pariwisata Lembata, Apol Mayan disebut berulangkali dalam BAP para tersangka.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved