Breaking News:

Tips Sehat

Kenali 5 Gejala Penyakit Kolera dan Cara Pengobatannya

Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.

Editor: Eflin Rote
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
gejala penyakit kolera 

Penderita penyakit ini akan merasa mual terus menerus dan sulit menahan rasa ingin muntah selama beberapa jam.

  1. Dehidrasi

Kondisi diare dan muntah yang berkepanjangan mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Orang yang terpapar kolera akan kehilangan sekitar 20 liter cairan dalam sehari.

Tidak hanya dehidrasi, penderita juga berpotensi mengalami syok dan beberapa gejala lainnya, seperti tekanan darah rendah, pusing, dan jantung berdetak cepat.

  1. Elektrolit tidak seimbang

Tubuh yang kehilangan terlalu banyak cairan akan mengalami penurunan kadar elektrolit.

Hal tersebut dapat mengakibatkan tanda-tanda seperti kram otot akibat penurunan kadar natrium, klorida, dan potasium dalam tubuh serta syok karena tekanan darah yang menurun tiba-tiba.

  1. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Pada anak-anak yang menderita kolera, mereka biasanya rentan mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia akibat kehilangan banyak cairan.

Ciri-ciri yang sering ditemukan adalah:

kehilangan kesadaran,

kejang, hingga

koma.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab Penyakit Kolera

Seseorang dapat terinfeksi kolera dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri kolera.

Pada kondisi epidemik, sumber kontaminasi seringkali adalah feses dari orang yang sedang terinfeksi dan terbawa ke makanan dan minuman sehingga dapat menyebar ke orang banyak.

Penyakit ini umumnya tidak dapat tersebar dari orang ke orang, sehingga kontak fisik dengan pengidap bukan merupakan risiko terinfeksi kolera.

Faktor risiko terjangkitnya kolera, antara lain sanitasi yang buruk dan kelompok ekonomi sosial menengah ke bawah.

Baku emas untuk mendiagnosis kolera, yaitu dengan kultur feses untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab diare adalah Vibrio cholerae.

Pada daerah dengan fasilitas laboratorium yang terbatas, penggunaan Crystal VC dipstick rapid test sebagai alternatif.

Penanganan Kolera

Penanganan kolera mencakup penggantian cairan sesegera mungkin dibarengi dengan penggantian elektrolit.

Penanganan dengan diberikan solusi rehidrasi oral (ORS), yaitu campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam 1 liter air dan diberikan dengan jumlah yang banyak tergantung tingkat keparahan dehidrasi.

ORS tersedia dalam bentuk kemasan.

Pada kasus yang berat, diperlukan penggantian cairan dan elektrolit melalui vena (infus).

Dengan penanganan rehidrasi yang tepat, tercatat kematian karena kolera mencapai angka lebih rendah dari 1 persen. 

artikel kesehatan lainnya

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul 5 Gejala Penyakit Kolera, Kenali Penyebab Penyakit Kolera dan Pengobatannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved