Berita Nasional

Kandidat Jadi Gubernur Ibu Kota Negara, Ada Ahok hingga Anas

Presiden Joko Widodo bahkan telah menyebut empat kandidat penjabat gubernur IKN yang nantinya bertanggungjawab langsung kepada presiden.

Editor: Gordy Donofan
Istimewa
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR 

POS-KUPANG.COM – Teka-teki siapa yang akan menjadi penjabat gubernur Ibu Kota Negara (IKN) yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mulai menunjukkan titik terang.

Presiden Joko Widodo bahkan telah menyebut empat kandidat penjabat gubernur IKN yang nantinya bertanggungjawab langsung kepada presiden.

Jabatan penjabat gubernur IKN di awal ini setingkat menteri dan dipilih langsung oleh Presiden.

Mereka adalah Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana.

Dalam Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) Pasal 3 disebutkan, pemindahan Ibu Kota Negara dari Provinsi DKI Jakarta ke Penajem Paser Utara akan dilakukan pada semester I 2024.

Mengingat waktu pembahasan RUU IKN di DPR intens dilakukan dan telah dua tahun sejak dicetuskan maka siapa sosok yang akan menjadi penjabat gubernur IKN juga tidak kalah pentingnya.

 Sosok Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat berfoto diruang kerjanya di Gedung BAPENAS, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019). Bambang Brodjonegoro ditemui tim Tribunnews saat wawancara khusus mengenai wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia.
 Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro 

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro adalah orang lama yang bercokol di sejumlah kabinet sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di era SBY, Bambang Brodjonegoro didapuk sebagai wakil menteri keuangan. Di zaman Jokowi, awalnya ia menjabat Menteri Keuangan (2014-2016), lalu bergeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2016-2019), dan terakhir di kabinet Jokowi-Amin sebagai menteri Riset dan Teknologi sebelum dilebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di April 2021.

Dengan latar belakangnya yang menguasai ekonomi pembangunan dan ekonomi regional, tidak heran jika selepas dari kabinet Bambang Brodjonegoro yang menuntaskan pendidikan doktoralnya di Universitas Illinois, Amerika Serikat, dipakai beberapa perusahaan.

Ia tercatat menjadi komisaris di enam perusahaan yaitu Bukalapak, Telkom, Astra Internasional, TBS Energi Utama, Oligo Infrastruktur Indonesia, dan Indofood Sukses Makmur.

Sosok Ahok

Ahok BTP dielukan netizen bakal jadi presiden RI
Ahok BTP

Publik sudah pasti mengenal sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Usai menjalani vonis dua tahun penjara karena kasus penistaan agama dan tidak menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok dipercaya menjadi Komisaris Utama di Pertamina.

Jejak kepemimpinan Ahok sudah terlihat sejak terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung Timur di Pemilu 2004 serta memimpin Kabupaten Belitung Timur (2005-2010).

Ia mampu mengubah kultur birokrasi yang ingin dilayani menjadi pelayan dan gencar menggarap berbagai terobosan seperti landreform.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved