Tips Sehat
Gejala Penyakit Insomnia, Kenali Risiko dan Cara Mengobatinya
Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.
POS-KUPANG.COM - Insomnia adalah gangguan tidur yang dapat terjadi dalam jangka pendek maupun panjang, yaitu selama atau lebih dari 3 bulan.
Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Jenis
Melansir Medical News Today, insomnia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti:
Baca juga: Gejala Penyakit Rematik Awal, Demam Hingga Mata Kering Hingga Nyeri Dada
Berdasarkan durasi
- Insomnia akut dan sementara, masalah jangka pendek yang terjadi selama atau kurang dari 3 bulan
- Insomnia kronis, dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Berdasarkan penyebab
Baca juga: Waspada, Inilah 5 Gejala Penyakit Asam Urat, Kenali Ciri-cirinya
- Insomnia primer merupakan masalah tersendiri
- Insomnia sekunder, terjadi akibat masalah kesehatan lain.
Berdasarkan tingkat keparahan
- Insomnia ringan, melibatkan kurang tidur yang menyebabkan kelelahan
Baca juga: Sering Buang Air Kecil Bisa Jadi Gejala Penyakit Tertentu: 10 Penyebab Buang Air Kecil Berlebihan
- Insomnia sedang, memengaruhi fungsi atau kualitas hidup sehari-hari
- Insomnia kronis, memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari.
Penyebab
Melansir Medical News Today, insomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor terkait dengan kondisi fisik dan psikologis, seperti:
Baca juga: Gejala Penyakit Menular Seksual, Terasa Gatal hingga Sensasi Terbakar di Area Genital
Kondisi umum
- Mengalami jet lag atau perubahan lain pada jam internal tubuh
- Kamar atau tempat tidur yang tidak nyaman
- Jarang berolahraga
- Mengalami night terror atau mimpi buruk
- Menggunakan obat-obatan rekreasional, seperti kokain atau ekstasi.
Kondisi psikologis
- Depresi
- Kecemasan
- Gangguan bipolar
- Skizofrenia
- Stres
- Masalah kesehatan mental lainnya.
Kondisi medis
- Sindrom kaki gelisah
- Tiroid yang terlalu aktif
- Apnea tidur
- Penyakit refluks gastrointestinal atau GERD
- Penyakit paru obstruktif kronik atau COPD
- Memiliki penyakit kronis lainnya
- Penyakit Alzheimer
- Kelainan genetik yang disebut insomnia familial fatal.
Faktor risiko
Insomnia dapat terjadi pada setiap orang tanpa memandang usia.
Namun, menurut Medical News Today, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko insomnia, termasuk:
- Mengalami menopause
- Lansia
- Bepergian melintasi zona waktu
- Mengonsumsi kafein atau alkohol
- Penggunaan obat tertentu
- Riwayat keluarga
- Mengalami peristiwa kehidupan yang signifikan
- Sedang hamil
- Memiliki kondisi kesehatan fisik atau mental tertentu.
Gejala
Berdasarkan NHS, Anda dapat dikatakan mengalami insomnia jika mengalami gejala sebagai berikut:
- Kesulitan untuk tidur
- Terbangun beberapa kali di malam hari
- Terjaga di malam hari
- Tidak dapat kembali tidur meskipun terbangun pada dini hari
- Masih merasa lelah setelah bangun tidur
- Kesulitan tidur di siang meskipun merasa lelah
- Merasa lelah dan mudah tersinggung di siang hari
- Kesulitan berkonsentrasi.
Diagnosis
Menurut Healthline, berikut jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis insomnia, antara lain:
- Diskusi mengenai riwayat kesehatan, pola tidur, dan gejala
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan kondisi yang mendasari insomnia
- Tes tidur semalaman untuk merekam pola tidur
- Penggunaan perangkat yang melacak gerakan dan pola tidur hingga bangun.
Jenis pemeriksaan di atas untuk menentukan penyebab dan tingkat keparahan insomnia agar dokter dapat memberikan perawatan yang tepat dan efektif untuk Anda.
Perawatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/susah-tidur-insomnia.jpg)