Berita Kota Kupang
Sopir Angkot di Kota Kupang Gelar Aksi Mogok, DPRD NTT Akan Bawakan ke Paripurna
Para Sopir Angkot di Kota Kupang Gelar Aksi Mogok, DPRD NTT Akan Bawakan ke Paripurna
Pemilik angkot di Kota Kupang, Yudit Takoi mengatakan, mereka menggelar aksi mogok, dan mendatangi gedung DPRD NTT, untuk menyampaikan aspirasi, terkait kenaikan harga BBM jenis Pertalite.
Menurut Yudit, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikan, maka harus dibarengi juga dengan kenaikan harga tarif angkutan. "Hari ini kami datang untuk sampaikan aspirasi kami. Kalau bisa tarif angkutan ini harus dinaikan. Karena harga Bahan Bakar Minyak (BMM) berubah sudah dua kali dalam beberapa waktu ini," jelasnya.
Ia menuturkan, BBM jenis Premium yang digunakan sebelum beralih ke Pertalite memiliki harga yang masih relatif murah, yaitu Rp6450. Ketika dialihkan ke Pertalite Khusus (PLK) harganya Rp6860, dan tiba-tiba naik lagi menjadi Rp7250.
"Sehingga usaha angkot kami alami perubahan, dimana penghasilan yang kami dapatkan, hanya bisa digunakan untuk mengisi BBM saja. Jadi kami tidak ada penghasilan," tandasnya.
Yudit menyebut pihaknya menuntut pemerintah menaikan tarif angkutan kota untuk pelajar/mahasiswa dari Rp2.000 menjadi Rp3.000.
Tarif angkutan kota untuk penumpang dewasa diminta naik menjadi Rp4.000 dari tarif saat ini Rp3.000 untuk dewasa.
Aksi dilakukan dengan cara memarkir angkutan kota di sisi jalan depan Kantor DPRD NTT hingga ruas jalan El Tari di depan Kantor Gubernur NTT yang berada di samping gedung DPRD.
Aksi unjuk rasa yang digelar para sopir Angkot mengakibatkan aktivitas masyarakat umum, mahasiswa maupun pelajar mengalami kendala. (*)
Baca Berita Kota Kupang Lainnya