Selasa, 21 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 26 Oktober 2021: Kerajaan Allah

Kerajaan Allah begitu sentral bagi Yesus, sehingga Karl Rahner bisa menyimpulkan, "Yesus mewartakan Kerajaan Allah, bukan diri-Nya sendiri".

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Itu artinya, proses pertumbuhannya pasti. Bisa tahap demi tahap. Bisa saja cepat. Walau diganggu, dihambat, dihimpit sana sini, ia tetap akan menjadi besar. Tak mungkin "hama" atau apa pun yang bisa menghentikan tumbuhnya.

Benih itu bakal menjadi pohon yang besar dengan cabang-cabang yang kokoh. Semua burung berdatangan dan sangat senang dan nyaman bertengger padanya.

Burung pipit, tekukur, elang, kasuari, pelikan, penguin, albatros, rajawali ... ya tak terkecuali.

Itulah Kerajaan Allah. Ia akan menjadi kediaman semua orang yang datang mencari naungan dan kedamaian.

Tak ada lagi perselisihan, konflik, dan permusuhan. Tak lagi dikenal mangsa memangsa. Ibarat "Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk" (bdk. Yes 11:6-9).

Bermenung tentang ilustrasi yang diberikan Yesus, kita setidaknya bisa katakan bahwa benih Kerajaan Allah yang ditaburkan itu sebenarnya perihal nilai-nilai baik.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 21 Oktober 2021: Risiko

Nilai-nilai itulah yang ditaburkan di bumi ini. Di "kebun atau ladang" yang menjadi milik Tuhan.

Kita sebaiknya memaknai keluarga, rumah tangga, sekolah, rumah sakit, kring atau lingkungan, perkumpulan, partai, perusahaan, atau apa pun tempat kita berpijak, berada dan hidup sebagai kebunnya Tuhan.

Max Scheler katakan bahwa manusia tidak menciptakan nilai-nilai, melainkan menemukan nilai. Dan, manusia wajib melakukan sesuatu demi untuk mencapai sesuatu yang baik.

Yang baik itu adalah nilai. Manusia, katanya, dapat saja buta terhadap beberapa nilai, seperti mata di tempat gelap memerlukan waktu untuk melihat apa yang ada di sekelilingnya.

Demikianlah, mata hati manusia harus membiasakan diri untuk melihat nilai. Begitu ia menyadari sebuah nilai, kebernilaiannya tampak dengan sendirinya.

Kita sebisanya melihat dan menemukan nilai-nilai baik yang Tuhan taburkan di "kebun" di mana kita berada. Nilai-nilai itu takkan pernah dan takkan bisa mati.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 26 Oktober 2021: Langkah Kecil dengan Cinta Besar

Persoalan lebih pada diri kita. Apakah kita mampu "melihatnya" tumbuh dan menjadi besar dalam "kebun" di mana kita hidup, sehingga pada saatnya nanti kita bersama yang lain bisa hidup nyaman, tenang dan damai di dalamnya.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 26 Oktober 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan 1: Roma 8:18-25

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved