Berita Belu
Kades Lasiolat Serahkan SPAM Wefia Dikelola PDAM Belu
Pemerintah Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat menyerahkan aset SPAM (Sistim Penyediaan Air Minum) Wefia kepada PDAM Kabupaten Belu
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat menyerahkan aset SPAM (Sistim Penyediaan Air Minum) Wefia kepada PDAM Kabupaten Belu untuk dikelola lebih profesional.
Penyerahan aset ini dilakukan setelah ada kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan elemen masyarakat.
Berita acara kesepakatan bersama pengelolaan SPAM Wefia ini diserahkan Kepala Desa Lasiolat, Siprianus Bele, S.Pd kepada Pjs. Direktur PDAM Belu, Ir. Fridolinus Siribein bertempat di lokasi sumber mata air Wefia,
Desa Lasiolat, Senin 25 Oktober 2021.
Penyerahan disaksikan
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Camat Lasiolat, Stef Don Peira.
Kades Lasiolat, Siprianus Bele, S.Pd dalam laporannya mengatakan, SPAM Wefia dikerjakan tahun 2019 oleh PK-PAM Provinsi NTT dan telah diserahkan kepada Pemerintah Desa.
Baca juga: Paket Sahabat Unggul di Kecamatan Lamaknen Selatan, Sehati Unggul di Lasiolat
Selama ini, pemerintah desa mengelola SPAM Wefia untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dengan jumlah pelanggan 136 pelanggan.
"Sambungan Rumah yang menggunakan SPAM Wefia sebanyak 136 SR dengan rincian Dusun Duamane I sebanyak 71 SR dan Dusun Wefia sebanyak 65 SR", jelas Siprianus.
Lanjut Kades Siprianus, dalam pengelolaan SPAM Wefia itu terdapat banyak kendala yang dihadapi, baik secara manajemen maupun secara teknis sehingga melalui Musyawarah Desa disepakati untuk bekerjasama dengan lembaga yang lebih professional yaitu PDAM Belu.
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD menyampaikan terima kasih atas kerja keras masyarakat Desa Lasiolat dalam membangun dan merawat SPAM Wefia.
Katanya, penyerahan aset SPAM Wefia ini sesungguhnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus merawat aset yang sudah dibangun.
Bupati Belu optimis, PDAM Belu dapat mengelola SPAM Wefia secara profesional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lanjut Agus Taolin, SPAM yang terdapat di desa-desa diharapkan dikelola secara mandiri oleh desa melalui BUMDes. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan desa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kades-lasiolat-serahkan-spam-wefia-dikelola-pdam-belu.jpg)