Breaking News:

Berita TTU

Warga Desa Banain C, Kabupaten TTU  Dilanda Kekeringan Ekstrem

Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU Provinsi NTT dilanda kekeringan ekstrem

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Warta Banain C
Pose anak-anak Desa Banain C saat menimba air bersih di salah satu sumber mata air, Minggu, 24/10/2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU Provinsi NTT dilanda kekeringan ekstrem.

Peristiwa kekeringan ini tidak hanya terjadi di Desa Banain C, tetapi juga terjadi di hampir seluruh Desa di Kecamatan Bikomi Utara, bahkan Kabupaten TTU.

Demikian disampaikan Ketua BPD Desa Banain C, Paskalis Kefi kepada POS-KUPANG.COM, Minggu, 24/10/2021.

Menurut Paskalis, persoalan kekeringan yang terjadi di Desa Banain C dan sekitarnya merupakan masalah utama yang telah diturunkan dari setiap rezim.

Secara khusus di Desa Banain C, lanjutnya, masyarakat sangat kesulitan memperolah akses air bersih untuk kebutuhan di dapur (memasak dan minum).

Baca juga: Penetapan Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Banain B-TTU Diwarnai Penampakan Gesture Mantan Kades

Demi mencukupi kebutuhan air bersih, masyarakat terpaksa membeli air yang dijual oleh para pengusaha menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 5000 liter seharga Rp 250.000.

Ia mengakui bahwa, secara ekonomi sebagian besar masyarakat tidak bisa menyanggupi harga air yang dipatok. Meskipun demikian, mereka tetap berupaya membeli air tangki demi bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat Desa setempat, berupaya mendapatkan fasilitas air bersih pada sumber-sumber mata air yang nyaris kering dengan cara menginjak tanah yang basah dan mengambil sisa air yang menyembul dalam bekas jejak kaki.

"Untuk kami masyarakat 3 Desa yakni; Banain A, Banain B dan Banain C, sumber mata air yang bertahan itu cuma satu. Itu juga mungkin karena sebagian besar masyarakat beli air tangki makanya itu masih bertahan," ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya telah berupaya untuk membangun komunikasi dengan beberapa pihak demi menghadirkan sumber mata air di Desa Banain C, namun belum berhasil hingga saat ini.

Dikatakannya, pemerintah seharusnya mengambil langkah konkrit dengan menyediakan air bersih bagi masyarakat melalui pengeboran sumur dan lainnya demi memenuhi kebutuhan mereka.

Paskalis berharap, program pemerintah seperti pembuatan embung tidak hanya dilaksanakan untuk menghabiskan anggaran. Tetapi juga mesti memberikan solusi atas substansi persoalan yakni menghadirkan sumber air bersih bagi masyarakat. (*)

Baca Berita TTU Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved