Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 22 Oktober 2021: Abu-abu Jadi Terang
Kemajuan zaman akan memudahkan orang dalam menilai dan memutuskan suatu tanda yang bisa menjadi awal terjadinya sesuatu.
Renungan Harian Katolik Jumat 22 Oktober 2021: Abu-abu Jadi Terang (Luk 12:54-59)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Kemajuan zaman akan memudahkan orang dalam menilai dan memutuskan suatu tanda yang bisa menjadi awal terjadinya sesuatu.
Misalnya, saat ini berbagai berita menyebut ada fenomena La Nina yang menyebabkan potensi curah hujan sangat tinggi terjadi di sejumlah daerah pada musim penghujan.
Selain itu, sekarang orang bisa menilai gestur dan ekspresi seseorang ketika berbicara dan menggerakkan anggota tubuh tertentu misal tangan, kepala.
Namun dewasa ini, kita sering menghadapi situasi abu-abu dalam menegakkan kebenaran.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 19 Oktober 2021: Berjaga-jaga
Kita sering bingung apakah itu benar atau salah.
Contoh sederhana, beri uang kepada pengemis, ada regulasi yang melarang itu, namun di sisi lain ada yang mengatakan bahwa itu bentuk kasih.
Saat langit mulai mendung, kita semua pasti akan memperkirakan sebentar lagi akan turun hujan, kita angkat jemuran, membawa jas hujan atau payung sebelum berangkat ke suatu tempat dan memang kebanyakan perkiraan kita itu benar.
Namun tak semua bisa kita perkirakan, seperti masa depan, karier, jodoh bahkan kapan kita akan dipanggil kembali kepada Tuhan pun tak bisa kita perkirakan.
Dalam ziarah hidup kita di dunia ini, kita jumpai pelbagai tantangan dan rintangan, dan hal itu pun juga tidak bisa kita perkirakan.
Saat kita mengalami pencobaan, kita seringkali jatuh dalam kekecewaan dan keputusasaan, seolah-olah hal itu akhir dari segalanya dan semua perjuangan kita sia-sia.
Cobaan bukan akhir dari segalanya, melalui hal itu kita semakin bisa bertumbuh dan berkembang dalam iman, pengharapan dan kasih.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 16 Oktober 2021: Setia Bersaksi
Kita harus yakin bahwa pasti ada buah di balik perjuangan kita dan semua perjuangan kita pasti tidak akan sia-sia.
Segala hal bisa terjadi di hari esok, dan lagi-lagi hal itu tidak bisa kita perkirakan, namun bagi Tuhan tiada yang mustahil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)