Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 19 Oktober 2021: Berjaga-jaga
Selama dua tahun, kita melalui masa yang sangat sulit. Hidup kita diteror habis-habisan oleh virus Covid-19.
Renungan Harian Katolik Selasa 19 Oktober 2021: Berjaga-jaga (Luk 12: 35-38)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Selama dua tahun, kita melalui masa yang sangat sulit. Hidup kita diteror habis-habisan oleh virus Covid-19.
Teror itu terasa dahsyat walau tidak terinderai. Malah ada banyak orang yang meragukan virus ini hingga detik ini.
Teror virus Covid-19, terlepas dari benar ada atau tidak, tetapi kita semua menjadi sadar bahwa hidup ini begitu rapuh.
Diri yang kita rawat selama bertahun-tahun seolah tidak berdaya di hadapan peneror kasat mata ini.
Maka kita diinspirasi agar tetap siap sedia dan berjaga-jaga.
Kewaspadaan dan siap siaga terungkap dalam aktivitas sederhana yang telah lama kita abaikan padahal telah diajarkan guru taman kanak-kanak dan sekolah dasar dulu.
Mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker, dan mengikuti protokol kesehatan.
Sikap siap siaga itu berguna bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri tetapi juga keselamatan orang lain.
Tuhan dalam Injil hari ini mengajak kita agar selalu waspada. Penyair Rendra membahasakan itu dalam sikap “terjaga.”
Baca juga: Renungan Harian Katolik 18 Oktober 2021, Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil: Menjadi “Kabar Gembira”
Tuhan menarasikan sikap waspada dan berjaga-jaga itu dalam dua ungkapan simbolik yang indah.
“Hendaklah pinggangmu tetap terikat dan pelitamu tetap menyala” (Luk 12:35).
Tuhan hendak bilang bahwa hidup kita ini adalah sebuah penantian panjang akan “saat” itu.
Penantian itu terungkap dalam segi berpakaian. Zaman Yesus dulu, saat beraktivitas, orang-orang mengenakan satu jubah luar yang panjang sampai menutup kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)