Rabu, 29 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 22 Oktober 2021: Abu-abu Jadi Terang

Kemajuan zaman akan memudahkan orang dalam menilai dan memutuskan suatu tanda yang bisa menjadi awal terjadinya sesuatu.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Tuhan telah merencanakan segalanya dan itu pasti yang terbaik bagi kita.

Sedia payung sebelum hujan - begitu jugalah dengan kita yang masih berziarah di dunia ini, kita harus selalu berbuat kasih pada sesama, selalu berpengharapan dan selalu bertumbuh dan berkembang dalam iman, sehingga jika saatnya telah tiba, kita boleh bersukacita bersama Allah dalam kerajaan Surga.

Yesus mengingatkan kita untuk sungguh mampu menilai dan memutuskan mana yang benar dan salah.

Untuk mampu melakukannya, kita perlu bantuan Tuhan melalui Roh Kudus yang akan menuntun hidup kita untuk menemukan kebenaran sejati.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 15 Oktober 2021: Floating Mass

Kita diajak untuk berani menegakkan kebenaran di tengah dunia yang sering mengalami kebingungan dalam menetapkan benar dan salah.

Tuhan Yesus, rahmatilah kami untuk senantiasa setia membaca tanda-tanda zaman dan kedatangan-Mu yang menyelamatkan. Amin.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 22 Oktober 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan 1: Roma 7:18-25a

Siapakah yang akan melepaskan daku dari tubuh maut ini?

Saudara-saudara, aku tahu, tiada sesuatu yang baik dalam diriku sebagai manusia.

Sebab kehendak memang ada dalam diriku, tetapi berbuat baik tidak ada.

Sebab bukan yang baik seperti yang kukehendaki, yang kuperbuat, melainkan yang jahat yang tidak kukehendaki.

Jadi jika aku berbuat yang tidak kukehendaki, maka bukan aku lagi yang memperbuatnya, melainkan dosa yang diam dalam diriku.

Jadi dalam diriku kudapati hukum berikut: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, malah yang jahatlah yang ada padaku.

Sebab dalam batinku aku memang suka akan hukum Allah, tetapi dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada dalam anggota-angota tubuhku.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved