Berita Lembata

Bupati Langoday Sampaikan Pesan Pilkades Damai Dari Kampung Lama Atawolo

Bupati Lembata Thomas Ola Langoday Sampaikan Pesan Pilkades Damai Dari Kampung Lama Atawolo

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan istrinya Maria Sadipun berkesempatan hadir mengikuti secara langsung upacara adat Heban Koker Suku Namang Nalaulolo di kampung lama Atawolo, desa Lusilame, Selasa, 19 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan istrinya Maria Sadipun berkesempatan hadir mengikuti secara langsung upacara adat Heban Koker Suku Namang Nalaulolo di kampung lama Atawolo, desa Lusilame, Selasa, 19 Oktober 2021. 

Upacara adat yang terakhir kali diselenggarakan pada tahun 1988 ini merupakan ritual memugar rumah adat milik Suku Namang Nalaulolo yang ada di kampung lama Atawolo.

Bupati Langoday yang juga membawa sejumlah kepala dinas mengikuti sejumlah ritual dari pagi hingga malam hari. Dan pada sore harinya, dia diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan kepada warga yang memenuhi kampung lama Atawolo.

Dari situ, dia mengirim pesan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 8 November 2021 di Lembata yang harus berlangsung damai dan penuh kekeluargaan.

Baca juga: Warga Atawolo di Lembata Masih Kesulitan Air Bersih, Apa Tanggapan Bupati Langoday?

“Sebagai bupati saya berpesan pada 8 November ada pilkades, saya minta Atawolo jadi contoh pelaksanaan pilkades paling damai di Kecamatan Atadei dan di seluruh Lembata,” tegasnya.

Harapannya, tambah Bupati Langoday, warga tidak perlu berkelahi gara-gara pilkades. Sebab itu, semangat ‘Taan Tou’ atau persatuan dan kesatuan khas Lembata yang sudah diwariskan leluhur harus jadi melandasi keseluruhan proses pelaksanaan Pilkades di Lembata. Siapa saja nantinya yang terpilih merupakan kepala desa semua warga desa Lusilame (Atawolo). Begitu juga sebaliknya, siapa saja kepala desa yang terpilih wajin merangkul semua warga desa tanpa terkecuali.

Belajar Dari Nilai-Nilai Dalam Ritual Adat Heban Koker

Lebih dari itu, Bupati Langoday juga menyanjung keseluruhan proses acara adat yang berlangsung penuh khidmat. “Kami terkesima dengan proses adat yang luar biasa ini,” katanya.

Ritual adat pemugaran rumah adat itu memberi ruang pengampunan dosa yang berarti apa yang diucapkan yang tidak berkenan diampuni atau dibersihkan. 

Dia juga melihat bagaimana nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap dalam simbol-simbol ritual adat Heban Koker itu masih relevan sampai saat ini, seperti pembagian makanan yang dilakukan secara adil dan merata.

“Ini nilai adat dan budaya yang kami petik dari ritual ini. Pembagian ini begitu merata dan sungguh sangat adil. Nilai-nilai ini yang kami mau angkat di pemerintahan mendatang. Memberi kepada yang wajib mendapatkan, memberi secara adil dan merata, tidak boleh membedakan. Ada nilai kesabaran, bersabar dari pagi sampai sore untuk sebuah tradisi yang mau kita lestarikan,” pesannya. (*)

Baca Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved