Breaking News:

Berita Malaka

Kades dan Camat di Malaka Jangan Hanya Duduk di Tempat

Potensi alam di Kabupaten Malaka cukup banyak namun belum dioptimalkan secara baik. Para kepala desa (kades) dan camat harus sesering mungkin turun me

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
foto : Edi Hayong.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Malaka, Agustinus Nahak berfoto bersama dengan sebagian peserta kegiatan, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN---Potensi alam di Kabupaten Malaka cukup banyak namun belum dioptimalkan secara baik. Para kepala desa (kades) dan camat harus sesering mungkin turun menemui warga menanyakan kendala yang dihadapi.

Salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam hal mencegah persoalan stunting di Malaka adalah melalui program Pamsimas yang kini menyasar di 58 desa. Program pengadaan kebutuhan air bersih ini perlu dijaga dan dirawat agar tidak mubazir.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Malaka, Agustinus Nahak menyampaikan hal ini saat menutup kegiatan pelatihan penguatan kapasitas pemerintah desa dan kecamatan tentang kerja sama desa terkait air minum dan sanitasi, program Pamsimas di Hotel Ramayana, Betun, Rabu (13/10/2021).

Menurut Agustinus, program Pamsimas ini sangat dibutuhkan dalam hal pengadaan air bersih buat warga. Untuk menjaga agar program ini tidak mubazir maka peran kades dan camat untuk melakukan yang   terbaik di desa masing-masing.

Baca juga: NTT Runner-up Cabang Kempo, Lasim Djati Sumbang Emas

Agustinus menyampaikan bahwa saat ini permasalahan pokok yang dihadapi adalah stunting. Masalah stunting ini erat kaitannya dengan ketersediaan kebutuhan air bersih.

"Kita saat ini tengah berusaha mencegah stunting dengan mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu langkah yang dilakukan terutama  pembuatan kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Permintaan saya,  Camat harus rajin  turun ke desa karena perpanjang tangan bupati," kata Agustinus.

Agustinus lebih lanjut menggarisbawahi soal kesuksesan program Pemda Malaka kuncinya ada di desa. Program di desa sukses berarti program kabupaten pun sukses.

Dia meminta agar manfaatkan potensi dengan buat perencanaan yang tepat sasaran sehingga tidak mubazir. Penjabat kades yang nota bene ASN harus berikan kenangan di desa dengan program pro rakyat. 

Baca juga: Info PON XX Papua, Rebut Medali Perunggu untuk NTT, Enjelina dan Yudit Mengaku Puas

"Jangan kerja untuk kepentingan pribadi. Jangan buat program sendiri tapi dibahas bersama sehingga tidak panen masalah terutama berkaitan dengan pengelolaan  dana desa," pesan Agustinus.

Perencanaan program di desa, katanya, ada format aturan perundang-undangan. Jabatan yang dipercayakan harus memberi arti buat warga.

"Jaga harkat dan martabat agar tidak keluar dari aturan. Komunikasi harus jalan antar kades dengan camat agar tidak hilang kepercayaan," tandas Agustinus.

Sebelumnya Kepala BP4D Malaka, Remigius Asa, SH saat membuka kegiatan ini menegaskan bahwa 
ketersediaan air bersih telah menjadi masalah yang perlu dihadapi bersama. Pemanfaatan sumber secara bersama bisa menjadi solusi mengatasi kekurangan air. 

Pemerintah desa dan kecamatan, pinta Remigius, harus bekerjasama untuk kelancaran Air bersih dan sanitasi. Kegiatan ini merupakan kerja sama yang dibangun sesuai peraturan desa dan kesepakatan bersama untuk pemanfaatan satu titik sumber air bersih yang akan dialirkan ke desa-desa yang saling berdekatan.(*)

Berita Malaka Lainnya :

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved