Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Manggarai Timur Rangking Dua Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2021

Jika angka persentase  stunting masih ada artinya masih ada balita kita yang stunting dan butuh perhatian lebih dari kita

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sekda Manggarai Timur, Ir Boni Hasudungan Siregar (kedua kiri) sedang menerima penghargaan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG--Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendapat apresiasi dan penghargaan terkait penanganan stunting oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat 

Gubernur Viktor menyerahkan penghargaan penilaian Kinerja Kerja konvergensi Stunting di tahun 2021 berlangsung dalam Kegiatan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting  Hotel Sylvia Labuan Bajo, Senin 11 Oktober 2021.

Kabupaten Manggarai Timur sendiri  memperoleh rangking ke dua pada penilaian ini, dibawah Kabupaten Rote Ndao yang menduduki rangking pertama. 

Kegiatan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting ini dipimpin oleh Gubernur NTT, dan dihadiri oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Propinsi NTT, Kepala DPMD Provinsi NTT, 9 Bupati, 6 Wabup,  5 Sekda, 2 Asisten, Kepala Bappeelitbangda Kabupaten Se Prop NTT, Kadis Kesehatan se Propinsi  NTT, juga lembaga NGO momentum dan NGO 100 HPK.

Baca juga: Pasar Modal Fasilitasi 50.000 Dosis Vaksin ke Kabupaten Manggarai Barat

Dalam sambutannya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan pentingnya kerja bersama dan kesatuan data dari Kabupaten sampai desa. 

"Aksi konvergensi artinya kerja bersama sama, terintegrasi, dan terarah. Harus ada gerakan kerja nyata dari Bupati sampai ke tingkat desa mulai dari data ibu hamil. Ibu hamil yg mengalami masalah kesehatan dan ekonomi harus diintervensi segera oleh daerah. Kegiatan operasi timbang dan pengukuran harus diikuti dengan intervensi PMT, sanitasi, air bersih dan intervensi lain yang sesuai dengan masalah di lapangan. Harus ada koordinasi bulanan antara Bupati dan  Kepala Desa utk mengetahui data stunting tiap bulan sehingga intervensinya cepat dan tepat. Jika angka persentase  stunting masih ada artinya masih ada balita kita yang stunting dan butuh perhatian lebih dari kita," ungkapnya.

Sekda Ir Boni Hasudungan Siregar, mewakili Pemkab Manggarai Timur mengucapkan terima kasih untuk kerja Tim Pokja Stunting Manggarai Timur. 

"Terima kasih atas kerja keras Pokja Stunting sehingga peringkat Manggarai Timur untuk Konvergensi Stunting meningkat sangat luar biasa dari Peringkat 21 ditahun 2020 ke Peringkat 2 di tahun 2021, ini pencapaian yang luar biasa dan tentu hasil kerja kolaboratif dari Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat desa,"ungkap Sekda Boni. (*)

Berita Manggarai Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved