Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Anak Menderita Stunting, Orang Tua di Manggarai Timur ini Minta Keringanan Biaya Saat Pengobatan

NA, seorang Balita, warga Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menderita gizi buruk atau stunting. Ia mende

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
pk/robert ropo
Margaretha Sudia ibu kandung dari Balita AN. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG---NA, seorang Balita, warga Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menderita gizi buruk atau stunting. Ia menderita kurang gizi sejak dilahirkan hingga kini sudah berusia 3,10 tahun.

Meskipun menderita stunting, namun Anak dari Ayah Martinus Angkas (41) dan ibu Margaretha Sudia (31) tahun ini 
terlihat bermain seperti biasa bersama anak-anak seusianya.

Margareta Sudia, ibu Kandung dari bayi NA ketika ditemui POS-KUPANG.COM, di kediaman mereka, Selasa 12 Oktober 2021, mengaku anak mereka AN menderita gizi buruk. Kini anak mereka itu sudah berusia 3,10 tahun.

Margareta, mengaku selama ini anak AN mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah terkait kesehatanya.

Baca juga: Kempo Pastikan Satu Medali Emas Bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur

"Memang ada perhatian dari pemerintah, biasanya dari Puskesmas Borong kasih bantuan biskuit dan obat-obatan,"ungkap Margareta.

Meski demikian, Margareta, mengaku bantuan untuk  biskuit selama AN sudah berusia 3 tahun lebih baru memperoleh 2 dus biskuit. "Kami baru dapat bantuan biskuit untuk anak kami ini sekitar 2 dus, memang isinya banyak tetapi tidak mencukupi,"ungkapnya.

Sedangkan terkait obat, kata Margareta, obat yang diberikan berupa obat cacing. Namun obat itu diberikan pada saat kegiatan imunisasi. Imunisasi dilaksanakan setiap bulan pada Minggu ke dua.

Sedangkan terkait bantuan lain seperti telur, daging dan susu, kata Margareta, tidak ada. "Untuk anak AN baru yang kami dapat bantuan itu biskuit dan obat cacing saja, sedangkan telur ayam dan lainya belum kami dapat,"ungkapnya.

Margareta juga mengaku, mereka kesulitan ketika hendak pergi berobat baik anak AN atau mereka sendiri dan juga membeli makanan dan minuman bergizi untuk anak mereka AN karena keterbatasan ekonomi. Suaminya Martinus hanya seorang tukang ojek dan juga petani sawah yang hasilnya tidak menentu. 

Karena itu, Margareta berharap ada bantuan keringanan biaya dari Pemerintah.

"Kami kartu BPJS juga tidak ada baik saya, suami dan anak AN. Ketika anak AN mencret pergi berobat juga kami harus bayar, karena itu kami mohon bisa tidak urus kasih kami kartu BPJS itu biar kami ringan dalam berobat, karena kami ekonomi serba terbatas,"ungkap Margareta.

Sementara itu pantauan POS-KUPANG.COM, di rumah AN terlihat rumah ukuran sekitar 6x5 meter. Rumah itu beratap seng, lantai semen dan dinding papan, namun kondisi papan mulai dimakan rayap dan berlubang-lubang. (*)

Berita Manggarai Timur Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved