Breaking News:

Berita Kota Kupang

Begini Penjelasan Pemkot Kupang Terkait PPKM Level II

masyarakat harus waspada karena kondisi ini banyak yang beruforia tanpa memikirkan dampak dari euforia yang dilakukan.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Pemerintah Kota Kupang resmi menetapkan Kota Kupang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II, namun analisis per zona kelurahan, Kota Kupang cenderung memburuk.

Hal ini dikatakan, Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man, di Balai Kota, Rabu 6 Oktober 2021.

Herman Man mengatakan, setelah melakukan evaluasi, walaupun Kota Kupang resmi menerapkan PPKM level II, tetapi angka persebaran atau zona di Kelurahan semakin buruk.

"Kita bisa melihat data bahwa Kelurahan yang masuk dalam zona hijau itu berkurang dari waktu ke waktu atau semakin hari semakin buruk," katanya.

Dia menjelaskan, sesuai dengan hasil evaluasi, kelurahan yang zona hijau di kota Kupang awalnya berjumlah 25, malah berkurang menjadi 21 Kelurahan. 

Zona kuning yang awalnya 22 menjadi 26 kelurahan, lalu zona coklat yang awalnya hanya 5 naik menjadi belasan kelurahan. Jadi data ini membuktikan bahwa masyarakat evoria berlebihan.

Baca juga: Perlu Dukungan APBD Kota Kupang untuk Pembangunan Ekowisata Mangrove

"Jadi dari segi epidemiologi  kota Kupang masih aman, tetapi dari segi klasifikasi per zona Kota Kupang cenderung memburuk," ungkapnya.

Herman Man menjelaskan, sesuai dengan hasil evaluasi tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Kupang, khususnya tim patroli, banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat saat melakukan acara pesta, dimana semua tamu undangan tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, mencuci tangan dan akhirnya menimbulkan potensi penularan yang sangat tinggi.

Menurut Herman Man, masyarakat seharusnya lebih mewaspadai kondisi sekarang karena dengan penurunan level masyarakat bisa lengah dan akhirnya bereuforia berlebihan dan mengabaikan protokol kesehatan.

Herman Man mengaku, banyak acara pesta yang digelar namun tidak dikendalikan dengan baik.  Mirisnya lagi, pihak kelurahan sendiri tidak mengetahui adanya pesta di yang digelar di wilayah mereka sendiri.

Seharusnya, masyarakat harus waspada karena kondisi ini banyak yang beruforia tanpa memikirkan dampak dari euforia yang dilakukan.

Baca juga: Januari-September,  29 Warga Kota Kupang Tewas di Jalan Raya

Dia menegaskan, Satgas Covid-19 Kota Kupang khusus yang Patroli, hanya fokus pada pembubaran acara pesta yang tidak sesuai dengan aturan. Bagi kelurahan yang zona hijau, tamu undangan 50 persen, zona kuning, orange, hanya 25 persen, dan bagi Kelurahan yang zona merah tidak boleh menggelar pesta.

"Sementara untuk taman-taman, hanya bisa 25 persen sampai jam 9 malam, karena jika dibiarkan masyarakat akan lebih berkerumun. Untuk pesta, jelas tidak boleh adanya makan ditempat, jangan ada lagi tamu undangan duduk dan makan-makan bersama," tegasnya. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved