Berita Lembata
Suasana Dialog Bupati Lembata bersama Ibu-ibu; Partisipasi di Bidang Ekonomi Mulai dari Rumah Tangga
Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengajak kaun perempuan untuk menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dari kehidupan rumah tangga yang sehat
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengajak kaun perempuan untuk menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dari kehidupan rumah tangga yang sehat. Untuk membangun kehidupan keluarga yang sehat dan sejahtera harus melalui kerja keras dan dari hasil keringat sendiri bukan dari hasil korupsi. Menjadikan Lembata sehat juga karena peran kaum perempuan.
Bupati Thomas mengatakan hal itu ketika membuka secara resmi Kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Peningkatan Partisipasi Perempuan di bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi Tingkat Kabupaten Lembata Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lembata, Rabu, 29 September 2021 di Aula Kopdit Ankara, Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Menurut Bupati Thomas, partisipasi kaum ibu di bidang ekonomi misalnya, mesti dimulai dari rumah tangga dengan berbagai usaha produktif membangun ekonomi keluarga untuk hidup sehat dan sejahtera.
“Kabupaten Lembata ini kaya akan ikan yang mengandung protein tinggi. Dan karena itu, biasakan makan ikan bagi anak kita untuk hidup sehat. Saya titipkan Lembata sehat kepada semua ibu-ibu Lembata. Kalau ibu-ibu sehat, pasti Lembata sehat”, ujar Bupati Thomas dalam sambutannya.
Baca juga: Kapolres TTU dan Dandim 1618/TTU Salurkan Bantuan Beras untuk Masyarakat, Ini Tujuannya
Kaum perempuan harus komitmen untuk bekerja keras menghidupi keluarga, suami, dan anak-anak dari hasil keringat sendiri. Tidak boleh korupsi. Sebagai bupati, lanjut Thomas, dia juga berkomitmen, tidak mau korupsi dan tidak akan korupsi. Komitmen ini harus dibangun mulai dari diri kita sendiri.
Ketua Panitia, Amin Pati, Kabid POD dan Pemberdayaan Perempuan dalam laporan tertulisnya yang dibacakan oleh Kristina Leni, menjelaskan, peran serta kaum perempuan di bidang politik, hukum, sosial, ekonomi dan pendidikan sangat penting. Karena itu harus diberi pemahaman secara baik untuk berperan secara maksimal. Peran perempuan dalam pengambilan keputusan juga penting di bidang politik. mengingat akses perempuan di lembaga-lembaga politik sangat rendah.
Amin Pati mengatakan, sadar akan masalah kaum perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan advokasi untuk memberikan pemahaman tentang peran kaun perempuan diberbagai bidang untuk berpartisipasi membangun daerah ini.
Dalam kegiatan advokasi ini tampil sejumlah narasumber yakni, Yosep Raya, S.Sos, PLH Kepala Dinas P2PA Kabupaten Lembata dengan materi tentang Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bernadete Deram, Konsultan dan Tenaga Ahli PEKKA menyajikan materi tentang Perempuan dan Pengambilan Keputusan ditinjau dari aspek Politik, Hukum dan Sosial Budaya. Tarsisia Hani Chandra, Ketua Forum Komunikasi Pemerhati dan Perjuangan Hak-hak Perempuan menyajikan materi tentang Perempuan dan Kemandirian Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Gender.*)