Berita NTT
Sony Libing: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Harus Tetap Bergerak
Di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT harus bergerak
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT harus bergerak. Aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus tetap berpedoman pada Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Cleanliness, Healt, Safety dan Enviromental Sustaiabilility (CHSE).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Dr. Drs. Zeth Sony Libing, M.Si pada acara Sosialisasi dan Simulasi Panduan CHSE pada Penyelenggaraan Pertemuan Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE).
Acara ini berlangsung di Hotel Aston, Selasa 28 September 2021.
Menurut Sony, ketika Pandemi Covid-19 terjadi, maka hampir semua kegiatan kita tidak bisa terlaksana. Kita bersyukur kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif masih berjalan.
Baca juga: Pemerintah Gelontorkan 3,7 Triliun Dana Hibah Daerah Untuk Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
"Kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus tetap bergerak walaupun di tengah Pandemi Covid-19. Kita tetap berpegang pada panduan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan," kata Sony.
Dijelaskan, jangankan karena adanya Pandemi Covid-19 kemudian aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif tidak tumbuh.
"Jika semua pintu tertutup masih ada jendela dan jendela itu adalah kegiatan hari ini untuk menyamakan persepsi tentang isi panduan kepada stakeholder MICE, sehingga dapat dijalankan pada kegiatan MICE," katanya.
Dikatakan,MICE itu adalah bagian dari aktivitas semua stakeholder, jika Pandemi Covid-19 ada. WHO mensyaratkan agar kita menjaga kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
"Ini syarat yang diberikan dan menurut saya kita bisa lakukan itu. Terima kasih kepada ibu Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran, Kemenparekraf yang datang memberikan bekal kepada kami sehingga ekonomi kreatif bergerak, pariwisata tumbuh tapi syarat kami penuhi," katanya.
Baca juga: Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Wayan Darmawa: Dorong Desa Kembangkan Homestay
Dikatakan, kegiatan yang dilakukan itu juga sebagai salah satu bentuk bagaimana menggairahkan pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kita tidak boleh jatuh, harus bangkit, berdiri dan berlari. Saya baru pulang dari Labuan Bajo dan sudah ada kegiatan yang mulai bangkit, ada usaha kecil dan menengah. Begitu juga di Kota Kupang. Pariwisata kita bangkit, ekonomi kita juga bangkit, karena itu, kita butuh kerjasama bergandengan tangan untuk bangkit," katanya.
Pada kesempatan itu, Sony juga mengatakan, saat ini sudah ada Instruksi Gubernur NTT Non 49/2019 yang meminta kepada semua hotel dan restoran untuk menggunakan produk lokal seperti kopi,gula, tenun dan produk lain.
"Ini kebijakan untuk melindungi bahan lokal. PHRI sudah siap menerima produk-produk sehingga kami juga diminta agar menyiapkan produk-produk untuk disuplai ke hotel dan restoran," ujarnya.
Dikatakan, ekonomi kreatif masih tetap berjalan karena orang membeli secara online.