Breaking News:

Berita Flores Timur

Antrian Panjang di Jalan Masuk SPBU Tapi Flores Timur Tidak Krisis BBM

Antrian panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di sepanjang jalan persis di depan SPBU 01, Kelurahan Wai Hali, Kota Larantuka, Kabupaten Flores

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Direktur SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Antian panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di sepanjang jalan persis di depan SPBU 01, Kelurahan Wai Hali, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur terjadi hampir setiap hari. 

Antrian ini bahkan kerap menimBerita Flores Timur Lainnyabulkan macet dan mengganggu aktivitas para pedagang di sekitar wilayah itu. 

Meski demikian, Direktur SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro membantah jika antirian itu akibat kelangkaan BBM. Menurut dia, antirian itu sudah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Sebenarnya bukan kekurangan atau kelangkaan BBM, tapi sudah lama polanya biasa begini. Antirian paling banyak untuk pengisian premium, karena masyarakat lebih banyak pakai BBM subsidi," ujarnya kepada wartawan, Kamis 23 September 2021.

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

Ia mengatakan, sesuai pembagian dari BP Migas dan Pertamina, pihaknya mendapat 64 ribu liter untuk seminggu yang disalurkan dari Terminal BBM (TBBM) Lama Walang Larantuka. Kuota ini, kata dia, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen di semua wilayah Flores Timur. 

"Pola antirian ini juga karena masyarakat paling banyak gunakan premium. Premium dibeli hari ini langsung habis dan esoknya saya harus tunggu lagi kiriman dari Pertamina. Karena penggunanya banyak, orang sudah mulai antrian. Depan terisi, belakang terisi lagi. Kalau kelangkaan tidak. Kita tidak langka BBM," katanya. 

Dukung Program Langit Biru

Ia mengatakan, pelayanan dari tiga SPBU di Flores Timur dengan kuota yang telah ditetapkan, sudah cukup untuk melayani semua konsumen di kabupaten kepulauan ini. 

"Kabupaten Flotim dilayani tiga SPBU, yakni SPBU 01, 02 dan SPBU Waiwerang Adonara. Dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi kalau bilang langka tidak, karena pola antrian ini sudah terjadi bertahun-tahun lalu. Kuotanya cukup tapi orang takut tidak dapat atau orang takut didahulukan," katanya.

Baca juga: Tujuh Atlet UPG 1945 NTT Ikut PON XX di Papua, Samuel Haning : Semua Atlet Dibebaskan Biaya Kuliah

Ia menambahkan, meski banyaknya antrian, tapi pihaknya lebih mendahulukan pengisian kendaraan bermotor dari pada pengecer yang menggunakan derigen. 

"Saya lebih mengutamakan pelayanan ke kendaraan. Karena itu, saya pakai tiga operator untuk empat nosel premium untuk minimalisir lamanya antrian," tutupnya. (*)
 

Berita Flores Timur Lainnya :

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved