Opini Pos Kupang
Covid-19 dan Teologi Kontekstual
Dalam konteks Gereja Katolik, teologi sejatinya mesti kontekstual (bahkan sudah bergema `teologi interkontekstual').
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga" (Mat. 5:3).
Covid-19 dan Teologi
Dunia saat ini masih diliputi pandemi Covid-19. Hingga artikel ini ditulis, total kasus Covid-19 mencapai 229.799.230 kasus, 4.712.956 kematian dengan total kesembuhan mencapai 206.444.901.
Negeri Paman Sam berada di urutan pertama dengan total kasus mencapai 43.107.054 kasus dan total kematian mencapai 694.616. Sementara Indonesia berada di urutan ke-13 dengan total kasus 4.192.695 dan total kematian mencapai 140.634 (worldometers.info, 21 September 2021).
Data di atas mau menegaskan kepada kita bahwa virus baru ini berbahaya bagi keselamatan manusia. Kita mesti terus membarui diri dari hari ke hari untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ketika dibaca secara lain, protokol kesehatan yang diterapkan mesti dibuat demi kelestarian budaya kehidupan yang berujung pada kesejahteraan bersama.
Teologi merupakan sebuah refleksi iman. Di tengah masifnya perkembangan Covid-19 kita bertanya, apakah refleksi teologis dan refleksi iman berbuah pada kepedulian terhadap mereka yang terdampak Covid-19?
Jangan sampai, kita tetap `menjaga jarak' serentak mencurigai sesama sebagai pembawa kemalangan dalam hidup kita.
Sejatinya teologi mesti menjawabi penderitaan manusia. Kita tidak hanya berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tetapi lebih dari itu penderitaan yang dialami sesama mesti menggugat kita untuk berani mendekati dan menjamah mereka.
Bantuan-bantuan kemanusiaan yang akhir-akhir ini digencarkan, apapun bentuknya, mesti terus dilakukan. Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk melawan budaya kematian dengan budaya kehidupan. Tanpa itu, teologi menjadi tidak relevan dengan kontkes zaman.***
Baca Opini Pos Kupang Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/logo-pos-kupang.jpg)