Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Tolak Otopsi, Keluarga Iklas Menerima Kematian Korban Yohanes Ladur di Golo Wune, Manggarai Timur 

Tolak Otopsi, Keluarga Iklas Menerima Kematian Korban Yohanes Ladur di Desa Golo Wune, Manggarai Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Polisi dan warga sedang mengevakuasi mayat korban. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Pihak keluarga menerima dengan iklas atas meninggalnya korban Yohanes Ladur (40), seorang petani, asal Kampung Wangka, Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan. 

Mayat korban ditemukan oleh warga membusuk di kali Wase Nalo, Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat, 21 September 2021 pukul 08.30 Wita.

Wakapolres Manggarai Timur, Kompol Ahmad SH, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Jumat malam.

Ahmad menjelaskan, saat mendapat laporan dari warga, bahwa ada penemuan mayat anggota Pos Pol Mano bersama petugas Puskesmas Lenang langsung mendatangi TKP. Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh medis Puskesmas Lenang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca juga: Anggota Polres Ngada Langsung Olah TKP Terkait Kasus Penemuan Mayat di Desa Uluwae

Ahmad mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga korban, korban memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa sejak dari lahir. 

Karena itu keluarga menerima atas kematian korban dengan iklas dan tidak mau dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi dan tidak menuntut kasus itu secara hukum baik sekarang maupun nanti. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh keluarga.

Jenazah korban langsung dibersihkan dan dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan di lokasi pemakaman umum Kampung Wangka, Desa Golo Wune, pada pukul 18.00 Wita.

Ahmad juga menjelaskan, kronologis kejadian penemuan mayat korban itu berdasarkan keterangan para saksi Yosep Legar, Bernadus Bas dan Aloysius Angkar dimana pada hari ini Jumat tanggal 24 September 2021 sekitar pukul 08.30 Wita saksi Yosep Legar hendak ke kebun, saat melintasi di TKP, saksi hendak menimba air di sungai Wase Nalo dan saksi melihat mayat seseorang yang belum ketahui identitasnya.

Baca juga: Penemuan Mayat Bocah Laki-Laki di Pantai Kelapa Lima Dalam Keadaan Tertelungkup

Kemudian Yosep memanggil saksi Bernadus Bas saat melintas di TKP itu untuk melihat mayat tersebut, setelah melihat pakian yang dipakai korban, kedua saksi ini mengenali mayat tersebut. Antara korban dan kedua orang saksi masih mempunyai hubungan keluarga. 

Menurut keterangan dari saksi Aloysius Angkar (saudara tiri korban) bahwa pada hari Senin tanggal 20 September 2021 korban keluar dari rumah, namun tidak diketahui kemana karena yang bersangkutan mempunyai penyakit gangguan jiwa sejak lahir dan korban keluar dari rumah menggunakan baju kaos warna kuning. 

Baju kaos yang digunakan oleh korban saat ditemukan sudah meninggal, sama dengan baju kaos yang digunakan oleh korban saat meninggalkan rumah pada tanggal 20 September 2021. (*)

Baca Berita Manggarai Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved