Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 23 September 2021: Mengenal Yesus
Segala sesuatu di dalam dunia ini adalah misteri. Tak mungkin disingkap, digarap tuntas, dan dimengerti. Tak terkecuali diri kita manusia.
Banyak murid meninggalkan Dia karena merasa Dia tak seperti yang diharapkan. Ada banyak yang tergoncang imannya karena sakit yang dideritanya tak tersembuhkan. Ada yang pergi dari-Nya agar bisa mendapatkan jodoh, jabatan, atau pun keuntungan lain.
Hidup iman, kita hayati antara lain, dengan menjalankan segala perintah dan larangan; menerapkan aturan dan pelbagai ketentuan. Semua itu bertujuan agar jalan hidup kita benar dan kita sungguh menjadi murid yang mengikuti Dia dalam arti sesungguhnya. Hidup menurut pola dan gaya-Nya.
Tapi sangat boleh jadi segala ketentuan itu dijalankan hanya sebatas kewajiban, demi tertib dan indah. Bisa saja semua itu pun menjadi penghalang orang untuk lebih mengenal Dia dengan lebih baik.
Maka, pertanyaan-Nya terhadap para murid, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?", sesungguhnya merupakan sentilan yang mengajak kita untuk terus dan terus mengenal Dia sepenuhnya dan mengimaninya dalam segala situasi dan peristiwa yang kita alami.
Petrus memberi jawabannya yang pribadi kepada Yesus, "Engkaulah Mesias dari Allah". Yesus sendiri menyuarakan bahwa Dia adalah "Anak Manusia yang menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Luk 9:22).
Kitab Daniel (7:13) menggambarkan sosok Anak Manusia yang datang dari kalangan manusia untuk menerima kuasa dari atas sana. Sedangkan, Mesias berkebalikan arahnya. Ia membawa kuasa dari atas sana ke dunia.
Yesus menggunakan gambaran "Anak Manusia" untuk menegaskan bahwa Ia memang manusia, menjadi manusia; tetapi Ia menerima kuasa dari Bapa-Nya dan kuasa yang diterima-Nya itu dijalankannya untuk menanggung penderitaan sampai dinaikkan di salib, agar manusia diselamatkan. Oleh kuasa itu pula Ia bangkit.
Dengan begitu, kita harus mampu mengenal Dia sebagai Anak Manusia yang mempunyai kuasa dari Allah dan dengan kuasa itu Ia menyelamatkan kita. Pengenalan ini akan membuat kita tetap mengimani Dia, meski kita merasa seakan harapan, keinginan, cita-cita kita tak terkabulkan. Karena mana mungkin Ia mengabaikan kita?
Kita justru harus melihat lebih jauh bahwa Ia sebenarnya menyerahkan diri-Nya dengan pengorbanan yang tak ada tandingannya agar harapan dan cita-cita yang paling luhur, yakni keselamatan itu terpenuhi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia
Dalam garis ini pun, Ia mengarahkan kita bahwa harapan, keinginan, cita-cita hanyalah sementara, bisa juga dibilang fatamorgana atau pantulan terpatah dari cita-cita yang lebih luhur.
Pun segala sarana seperti pelbagai ketentuan, kebijakan yang diterapkan atau dijalankan; semestinya bermuara pada yang paling luhur dan mulia. *
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 24 September 2021:
Bacaan I : Hagai 2:1b-10
Sedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, “Masih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)