Berita Sikka
BRI Hadirkan Kebahagian Bagi Kelompok Menjahit Wanita di Kabupaten Sikka
Christiana ketika memberikan sambutan di depan Bupati Sikka dan Pemimpin Cabang BRI Maumere hanya bisa menyampaikan terima kasih.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE--BRI Cabang Maumere menghadirkan kebahagian dan berkat serta senyuman bagi Christiana Kayat, Kelompok Menjahit Wanita Maumere yang membuka lembaga menjahit bernama Lembaga Christin di Jalan Kimang Buleng, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Christiana yang membuka kursus menjahit sejak 2015 kini sudah memilikki mimpi besar memberikan pelatihan bagi anak-anak di Sikka dan Flores guna membbuka usaha menjahit.
Mimpi Christiana ini terwujud berkat CSR BRI Maumere berupa mesin jahit industri yang ia terima. Proposal usahanya diberikan CSR sebesar Rp 104 juta. Dana tersebut dipakai membeli 11 barang untuk lembaganya.
Pemberian CSR BRI Peduli berupa bantuan sarana prasarana kelompok menjahit wanita Maumere ini diserahkan Pemimpin Cabang BRI Maumere, Nurdin kepada Christiana disaksikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si di Lembaga Christin, Kota Uneng, Maumere, Kamis, 23 September 2021 pagi.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan Bupati Sikka Data Semua Desa Yang Kekeringan
Pemberian bantuan CSR ini disaksikan juga Sekertaris Dinas Nakertrans Sikka, Kepala Sekolah SMAN 1 Maumere dan Karyawan BRI Maumere serta anak-anak Kursus menjahit.
Christiana ketika memberikan sambutan di depan Bupati Sikka dan Pemimpin Cabang BRI Maumere hanya bisa menyampaikan terima kasih. Pasalnya, cita-cita dan mimpi memilikki mesin jahit industry sejak 2015 telah terwujud.
“Terus terang saya tidak tahu mau omong apa. Saya hanya sampaikan terima kasih kepada Bupati Sikka, Pemimpin Cabang BRI, Dinas Nakertrans Sikka, Pemerintah Kota Uneng dan semua yang membantu saya mewujudkan mimpi saya sejak 2015. Sekali lagi terima kasih. Dengan adanya bantuan ini saya bisa mendapat semangat dan bisa layak mendapat penilaian kalau ada akreditasi karena CSR BRI sangat lengkap ada 13 item bantuan,” kata Christiana, tamatan SMK Tata Busana di Magelang, Jawa Tengah.
Ia mengaku sangat bahagia karena hari ini Bupati Sikka dan Pemimpin BRI Maumere datang dan hadir di tempatnya. Ia menuturkan, ke depan CSR BRI Maumere akan dimanfaatkan bagi pelatihan dan kursus menjahit.
“Saya sudah kontrak kerjasama dengan SMAN 1 Maumere. Saya mendapat ruangan besar di sana saya akan buka pelatihan dan kursus di SMAN 1 Maumere. Kami sudah ada MOU dan alat-alat ini akan saya pindah ke SMAN 1 Maumere karena ada kelas SMA plus yang akan dibuka di sekolah itu. Sekali lagi terima kasih,” ujar Christiana.
Baca juga: Pemkab Sikka Anggarkan Dana Rp 10 Miliar Bagi Mahasiswa
Pemimpin Cabang Maumere Nurdin dalam sambutannya saat menyerahkan bantua tersebut mengatakan, bantuan dari pihak BRI sebagai wujud perhatian terhadap UKM khususnya terhadap pengusaha wanita.
“Dan ini kami dedikasikan kepada kaum wanita dibidang bisnis yang tentunya berdampak pada masyarakat luas untuk kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.Bantuan ini kami berikan untuk para pengusaha wanita yang mempunyai bidang UMKM, dan ini sebagai wujud perhatian kami terhadap mereka," ungkap Nurdin.
Dikatakan Nurdin, dengan adanya peralatan mesin industri ini semoga meningkatkan tingkat kemahiran para peserta kursus dalam kelancaran memproduksi berbagai produk dengan nilai jual tinggi.
Dia berharap semoga peralatan mesin tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh lembaga kursus secara semaksimal. Agar alat lebih lama dan awet untuk di gunakan. Output yang dilahirkan oleh lembaga ini kelak bisa menciptakan lapangan kerja baru ditengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BRI Cabang Maumere yang telah membantu Lembaga Pelatihan Kursus (LPK) Christin. Peran BRI sangat penting dalam keberlangsungan UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Gelar Operasi Patuh Ranakah, Kapolres Sikka : Hindari Komplain dari Warga