Breaking News:

Timor Leste

Dari Arsip 1999: Penjaga Perdamaian Australia Mengamankan Dili, Timor Leste

Setelah jajak pendapat yang dimenangkan kelompok pro kemerdekaan Timor Leste 1999, keadaan menjadi kaos, terjadi aksi pembakaran di Timor Leste

Editor: Agustinus Sape
Theage.com.au/AP POOL
Tentara penjaga perdamaian Australia berjaga-jaga saat para pengungsi Timor Lorosa'e dipindahkan dari Bandara Dili ke stadion yang aman di Dili. 

Dari Arsip 1999: Penjaga Perdamaian Australia Mengamankan Dili, Timor Leste

Pasukan menguasai Dili di wilayah yang bermusuhan, tetapi bukan tembakan yang ditembakkan dalam kemarahan

POS-KUPANG.COM, DILI - Para preman menghilang dengan cepat dari jalan-jalan Dili.

Ketika tentara Australia pertama tiba hari ini dengan pakaian tempur lengkap, senapan mereka siap, para milisi berpura-pura bahwa mereka adalah pengungsi yang telah mereka teror selama berminggu-minggu.

Beberapa pembunuh, pemerkosa, dan penjarah berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing melambai ke arah orang-orang Australia yang mulai tiba tak lama setelah fajar dengan pesawat kargo besar dari Townsville dan Darwin dalam apa yang mungkin akan menjadi operasi militer paling signifikan di Australia sejak Perang Dunia II.

Tetapi milisi tidak lagi membawa senapan yang diberikan kepada mereka oleh angkatan bersenjata Indonesia atau mengacungkan parang, pisau atau pistol buatan mereka. Sepasang suami istri dihadang oleh tentara Selandia Baru bersenjata lengkap di dermaga Dili, tetapi menyerahkan pistol mereka tanpa argumen.

“Mereka pada dasarnya pengecut,” kata jurnalis Irlandia Robert Carroll, yang telah menghabiskan sembilan hari terakhir bersembunyi di Dili dan pegunungan di sekitarnya. "Mereka melarikan diri ketika tentara sungguhan tiba."

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Soeharto Caplok Timor Leste Hingga Bikin Australia Ketar-ketir

Malam sebelumnya, milisi telah mengosongkan senapan mereka ke udara seperti yang mereka lakukan setiap malam sejak PBB mengumumkan bahwa 78,5 persen orang Timor Leste yang memenuhi syarat menolak pemerintahan Indonesia dan memilih untuk menjadi negara merdeka terbaru di dunia. \

Mereka membakar atau menghancurkan beberapa bangunan yang masih layak huni di kota itu, di mana 70.000 orang telah melarikan diri.

Pasukan penjaga perdamaian dari Australia sedang melakukan patroli di Dili, Timor Leste pada 1999.
Pasukan penjaga perdamaian dari Australia sedang melakukan patroli di Dili, Timor Leste pada 1999. (Theage.com.au/ap)

Tetapi ketika ratusan tentara asing tiba, tegang dan siap beraksi, para pengganggu menghilang dan api membakar diri mereka sendiri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved