Berita Nasional
Raih Gelar Datu Paduka Maulana Syar'i, Rizieq Shihab Kerap Munculkan Beragam Kontraversi,Apa Saja?
Habib Muhammad Rizieq digelari Datu Paduka Maulana Syar'i.Namun kerap menimbulkan kontraversi, apa saja yang dilakukan Rizieq hingga dekam di bui?
POS-KUPANG.COM - Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS, juga dikenal sebagai Habib Rizieq.
Sejak tahun 2003 Habib Rizieq telah menimbulkan kontraversi sampai tahun ini.
Meskipun demikian ada pula penghargaan yang ia raih.
Apakah itu?
Yuk simak profil Habib Rizieq
Baca juga: Disebut Bakal Jadi KSAD, Inilah Sosok Dudung Abdurachman yang Perintahkan Copot Baliho Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab lahir pada 24 Agustus 1965.
Ia adalah seorang cendikiawan Garis keras Islamisme Indonesia, pendiri dan pemimpin Islamisme kelompok Front Pembela Islam (FPI), yang dilarang oleh pemerintah pada bulan Desember 2020.
Menghadapi tuntutan pidana di Indonesia, ia tinggal di Riyadh, Arab Saudi dari 2017 hingga November 2020.
Setelah kembali ke Indonesia, ia ditangkap pada akhir 2020, dengan tuduhan menghasut kriminal karena mengadakan acara keramaian yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.
Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1975 di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada tahun 1976 Rizieq melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat.
Baca juga: Nasibnya Tak Kunjung Jelas di Penjara, Ini Deretan Kontroversi Rizieq Shihab yang Hebohkan Publik
Namun karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan terlalu jauh, ia kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun 1979.
Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA Islamic Village Tangerang pada tahun 1982.
Dikutip dari Wikipedia, pada tahun 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).
Namun setelah satu tahun menempuh studi, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.
Ia pun melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh) ke Universitas Raja Saud yang ditempuhnya selama empat tahun.
Baca juga: Minim Penghargan, Inilah Rentetan Kontraversi Rizieq Shihab Sejak Tahun 2003 Hingga Kini