Breaking News:

Laut China Selatan

Xi Jinping Desak Negara-negara Asia Pasifik untuk Menolak Kekuatan Eksternal di Laut China Selatan

Beijing mengatakan kawasan Asia-Pasifik harus 'melawan kekuatan eksternal' tetapi PM Australia Morrison tunjuk kemampuan kapal selam nuklir China

Editor: Agustinus Sape
Youtube/CNA
Presiden China, Xi Jinping 

Beijing mengatakan kawasan Asia-Pasifik harus 'melawan kekuatan eksternal' tetapi PM Australia Morrison menunjuk pada kemampuan kapal selam nuklir China sendiri.

POS-KUPANG.COM - Presiden China Xi Jinping telah memperingatkan "campur tangan dari kekuatan eksternal" di Laut China Selatan, karena Australia mengabaikan kemarahan Beijing yang semakin meningkat tentang keputusannya untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir AS, dan berjanji untuk mempertahankan aturan hukum di wilayah udara dan perairan di mana China mempertaruhkan klaim yang diperebutkan.

Dalam pidato di hadapan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) pada hari Jumat 17 September 2021, Xi Jinping mendesak para kepala negara untuk “benar-benar menolak kekuatan eksternal untuk ikut campur [di] negara-negara di kawasan kita dengan alasan apa pun, dan memegang masa depan pembangunan dan kemajuan negara kita dengan tegas di tangan kita sendiri”.

Komentarnya menyusul pengumuman Amerika Serikat, Inggris dan Australia untuk membentuk kemitraan keamanan dan pertahanan, dan keputusan Australia untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

Media milik negara China, Global Times, juga menggambarkan Australia sebagai “pion AS” dan menyebutnya “naif” untuk membiayai “langkah pertama perang dingin Amerika”.

“Australia dapat menghadapi konsekuensi paling berbahaya sebagai umpan meriam jika terjadi pertikaian militer di kawasan itu.”

Perdana Menteri Australia Scott Morrison, bagaimanapun, berpendapat pada hari Jumat bahwa China memiliki “program pembangunan kapal selam nuklir yang sangat substantif”.

Baca juga: Beijing Kecam Provokasi Laut China Selatan Setelah Menolak Kapal Perang Jerman Labuh di Shanghai

“Mereka memiliki hak untuk mengambil keputusan demi kepentingan nasional mereka untuk pengaturan pertahanan mereka dan tentu saja, begitu juga Australia dan semua negara lain,” katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio 2GB.

Dalam serangkaian wawancara media, Scott Morrison mengatakan pemerintahnya bereaksi terhadap dinamika yang berubah di kawasan Asia-Pasifik, di mana wilayah semakin diperebutkan dan persaingan meningkat.

'Supremasi hukum'

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved