Laut China Selatan

Ketegangan Meningkat, Pasca AS Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, China Balas Sikap AS

Ketegangan antara China dan AS kini semakin meningkat. Setelah AS kirim kapal perang ke Laut China Selatan, china pun langsung membalas sikap AS

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Kapal perang Amerika Serikat di Laut China Selatan, dekat teluk Filipina 

POS-KUPANG.COM – Hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) kini semakin memanas dari hari ke hari.

Ketegangan itu terus meningkat setelah kedua negara saling mengirimkan kapal perang untuk wilayah yang berbeda.

AS mengirimkan kapal perangnya ke laut china selatan untuk mengawati situasi di perairan tersebut.

Sementara untuk membalas sikap AS tersebut, China juga mengirimkan kapal perangnya ke perairan internasional dekat Amerika Serikat.

Kedua negara itu seakan saling tunjuk kekuatan di perairan internasional.

Laut China Selatan menjadi panggung persaingan keduanya.

Baca juga: Laut China Selatan Memanas, China Tambahkan Kapal Baru yang Kuat ke Armada Patroli Maritim

Awal bulan ini, AS mengirimkan kru penyerang Carl Vinson Carrier Strike Group (VINCSG) ke Laut China Selatan pertama kalinya selama pengiriman kelompok tersebut di tahun 2021.

Kelompok penyerang itu melakukan operasi keamanan maritim, termasuk operasi penerbangan dan latihan serangan maritim.

Laksamana Muda Dan Martin, komandan VINCSG mengatakan: "Kebebasan dari semua negara untuk berlayar di perairan internasional sangatlah penting, dan terutama penting di Laut China Selatan, di mana hampir sepertiga transit perdagangan maritim global terjadi setiap tahunnya.

"Saat kami transit di Pasifik dari San Diego menuju Laut China Selatan, kami memiliki wewenang dan kenikmatan bekerja bersama sekutu, mitra dan rekan-rekan tim gabungan dalam berlatih serta terlibat dalam operasi-operasi gabungan, semua dengan tujuan memastikan perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

"Ini semua ada di dalam kepentingan kami bahwa komunitas internasional memainkan peran penting melestarikan aturan internasional."

Namun, media pemerintah China mencecar pengiriman kelompok penyerang AS ke perairan penuh sengketa tersebut.

Baca juga: Komandan Kapal Induk Amerika Serikat Menegaskan Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

Hu Xijin, kepala editor Global Times, membuat cuitan di Twitter: "Kuharap ketika kapal perang China melewati Laut Karibia atau muncul di dekat Hawaii atau Guam suatu hari nanti, AS akan melaksanakan standar yang sama terkait kebebasan berlayar.

"Hari itu akan datang," seperti dikutip dari Express.co.uk.

Angkatan Laut AS merespon komentar Xijin dengan menyatakan AL AS telah "memegang teguh standar kebebasan berlayar lebih lama daripada keberadaan Angkatan Laut PLA."Laut China Selatan adalah wilayah yang penuh sengketa dan diklaim oleh China, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan Filipina.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved