Timor Leste
Selain China, Timor Leste Menjalin Kerja Sama Pembangunan dengan Korea Selatan
Dewan Menteri Timor Leste memutuskan untuk menyetujui penandatanganan perjanjian antara Kementerian Pertanian dan Perikanan dan KOIKA dari Korsel.
Zona-zona ini adalah sekelompok kawasan yang, karena nilai dan kepekaannya dari sudut pandang ekologis atau karena keterpaparannya terhadap risiko alam, merupakan objek perlindungan khusus.
Opsi-opsi yang diusulkan bertujuan untuk menciptakan rezim hukum khusus untuk menetapkan serangkaian batasan pada pendudukan, penggunaan dan transformasi tanah, menentukan penggunaan yang sesuai dan penggunaan yang tidak sesuai.
WIKA dari Indonesia
Sebelumnya diberitakan bahwa PT Wijaya Karya (WIKA) dari Indonesia juga ikut mengerjakan berbagai proyek pembangunan di Timor Leste.
Melansir topbusiness.id 20 Juni 2019, tak hanya membangun bandara berkelas internasional yang baru diresmikan Presiden Timor Leste pada Selasa 18 Juni 2019 lalu, PT Wijaya Karya (WIKA) juga sedang mengerjakan proyek infrastruktur lain di negara jiran tersebut.
Baca juga: Pelajar di Perbatasan Indonesia - Timor Leste Diajari Taat Protokol Kesehatan Covid-19
Direktur Utama WIKA Tumiyana menjelaskan, perseroan juga turut membangun Comoro Bridges 1 & 2, Natarbora Bridges, dan Batugade-Maliana Road.
Selain itu, WIKA juga menunjukkan keahliannya membangun sarana dan prasarana terkait bidang energi.
Untuk menambah pasokan energi listrik di Bumi Loro Sae, WIKA sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Hera di bagian utara negara tersebut, sekitar 30 km dari Dili, ibukota Timor Leste serta PLTD Betano di wilayah selatan.
Dalam pengembangan bisnis luar negeri ke depan, optimistis mampu menyiapkan tim yang andal dan siap diterjunkan sebagai Duta Bangsa. Dibutuhkan sikap disiplin, mental yang kuat didukung dengan proses seleksi yang baik.
“Kami optimis WIKA dengan para engineers yang muda-muda ini memiliki kompetensi dengan standar internasional dan siap secara mental, mampu menjaga kesolidan tim dan saling memotivasi selama bekerja di luar negeri agar mampu menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik,” kata Direktur Utama dalam keterangan persnya yang diterima Kamis 20 Juni 2019.
Baca juga: Luar Biasa! Timor Leste Putuskan Berkabung Nasional atas Meninggalnya Mantan Presiden Portugal
Pada Selasa 18 Juni 2019, Bandara Oecusse, Timor Leste yang dikerjakan oleh WIKA telah rampung dan diresmikan oleh Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Francisco Guterres dan Mari Alkatiri, selaku President of the Authority for Special Administrative Region of Oé-Cusse (RAEOA / Zeesm), di Oecusse, Timor Leste.
Momen bersejarah ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Presiden Parlemen Timor Leste Arão Noé de Jesus da Costa, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Sahat Sitorus, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Operasi III Destiawan Soewardjono, Direktur Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) Danu Prijambodo beserta jajaran pemerintahan RDTL dan masyarakat setempat.
Presiden RDTL, Francisco Guterres mengapresiasi kinerja WIKA dalam pembangunan infrastruktur dan penunjangnya di Timor Leste.
Dirinya menganggap bahwa WIKA sebagai BUMN Indonesia telah berperan besar dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia baik dalam pembangunan Oecusse maupun negara Timor Leste.
Kesuksesan dalam pengembangan Oecusse menurut Presiden akan direplikasi di distrik-distrik lainnya.
Baca juga: Mengumpulkan Tulang: Penyembuhan Komunitas di Timor Leste