Breaking News:

Berita Ende

Intip Kreativitas Warga Kampung Kuwujawa Ende di Tengah Pandemi Covid

agar jenis tanaman diperbanyak lagi, seperti anggur, apel malang, markisa, rambutan, semangka, salak dan lain - lain.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Yoseph Rago Ketua Kelompok Tani Dapur Hidup Kuwujawa, Kabupaten Ende, Senin 13 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Lahan seluas satu hektar di Kampung Kuwujawa, Kabupaten Ende, yang dulunya kosong kini tampak asri karena telah menjadi kebun yang dipenuhi tanaman holtikultura.

Kebun itu saat ini dikelola oleh warga Kampung Kuwujawa yang tergabung dalam Kelompok Tani Dapur Hidup, yang dimotori oleh Yoseph Rago.

Yoseph selaku ketua Kelompok Tani Dapur Hidup, menerangkan nama Dapur Hidup mengandug makna, bahwa dapur warga Kampung Kuwujawa mesti tetap bernyala, bahan makanan mesti tetap tersedia.

Oleh karena itu, kata Yoseph, warga Kampung Kuwujawa harus kreatif dan inovatif, apalagi di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhir.

"Dapur Hidup itu, maksudnya supaya dapur anggota kelompok tani ini tetap bernyala. Kalau tetap bernyala, itu artinya kebutuhan - kebutuhan di dalam keluarga terpenuhi," ujar Yoseph saat di sambangi POS-KUPANG.COM di Kebun Dapur Hidup, Senin 13 September 2021.

Baca juga: Liga Futsal Perdana di Flores Bergulir di Ende, Supriyadin : Ingin Gairah Futsal Hidup Kembali

Kata Yoseph, makna Dapur Hidup terintegerasi dengan banyak sendi kehidupan. "Kebutuhan tercukupi, bisa hidup, anak bisa pintar, berkembang dan bersaing," ujar pria tua berkacamata ini.

Dia menerangkan, Dapur Hidup ini sebetulnya terinspirasi dari bahan Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Ende 2019, temanya 'Bumi Sebagai Ibu yang Mengandung, Melahirkan dan Mendidik.

"Kami melihat banyak sekali lahan kosong di Kuwujawa kami lantas berpikir bagaimana mengajak, edukasi masyarakat, memanfaatkan lahan yang kosong ujarnya. Awalnya kami menanam cabe, mentimun dan sebagainya," ungkapnya.

Dia menerangkan, sistem menanam di Kebun Dapur Hidup yakni bedeng, yang memiliki keunggulan antara lain, media tanam lebih rapi, menjaga kelembapan tanah, membentuk irigasi di setiap baris, memaksimalkan pemupukkan dasar, menghindari pupuk yang terbawa arus, pertumbuhan akar lebih optimal.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved