Kamis, 30 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021, Santo Yohanes Krisostomus: Si Mulut Emas!

Hari ini Gereja memperingati Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja. Ia dijuluki sebagai si mulut emas.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021, Santo Yohanes Krisostomus: Si Mulut Emas!

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Hari ini Gereja memperingati Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja.

Ia dijuluki sebagai si mulut emas, karena dedikasi dan pelayanannya yang dilandaskan pada kepiawaian memantapkan orang dalam pengajaran Katolik.

Kekuatan Sabda Allah dibingkai dengan kedalaman hatinya yang menghidupi sabda sehingga membawa sebanyak mungkin pengenalan akan Allah dan mengalami pertobatan.

Kedalaman akan pengenalan Sabda Tuhan dan perwujudan yang baik, membuat kita dapat menuntun orang lain pada kebaikan, bukan seperti orang buta menuntun orang buta, sehingga tidak sampai pada tujuannya.

Semangat dasar Santo Yohanes Krisostomus dalam kepiawaian merangkai kata dan mewujudkan tindakan dalam semangat tulus dapat menjadi jembatan keterlibatan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Sekecil apa pun keterlibatan dan kontribusi kita bagi pembangunan dunia atau masyarakat adalah secercah kasih yang meneguhkan hidup kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Perwira yang Lembut Hati

Mungkin banyak dari antara kita sudah merasa cukup akan berbagai hal. Kita merasa cukup berdoa saat makan, saat bangun di pagi hari, saat akan beranjak tidur, cukup berdoa rosario dan cukup hanya datang ke gereja. Kita merasa cukup seperti itu supaya aman dalam banyak hal.

Hari ini, kita mau belajar dari perwira yang peduli pada hambanya. Ketika hambanya sakit, ia minta Yesus untuk datang dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu.

Dia melepaskan diri dari rasa cukup sebatas hubungan perwira dan hamba, tetapi dengan kerelaan hati ingin menolong hambanya (Luk 7:1-6).

Memang, sang perwira merasa tak pantas untuk menyambut Yesus yang ingin membantunya. Namun ketidakpantasan dan iman yang dimiliki perwira ini akhirnya membuat mukjizat terjadi: Yesus menyembuhkan hamba yang dikasihinya itu.

"Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tak layak menerima Tuan dalam rumahku. Katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh" (Luk7:6).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Iman Orang Asing

Perwira ini mengajarkan kepada kita tentang rendah hati. Kasihnya tak dibangun berdasarkan status sosial dan ekonomi.

Meskipun status sosialnya tinggi, ia tetap merasa bahwa ia tak pantas menjamu Yesus. Hidupnya juga membuktikan bahwa tidak cukup hanya untuk diri sendiri, tetapi hidupnya juga harus menyelamatkan sesama dan itu telah dibuktikannya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved