Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Perwira yang Lembut Hati
Di antara sederetan penjajah yang berhati keras dan jahat ada satu sosok yang sangat lembut hatinya. Ia adalah seorang perwira di wilayah Kapernaum
Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Perwira yang Lembut Hati (Lukas, 7:1-10)
Oleh: RD. Frid Tnopo
POS-KUPANG.COM - Dari semua personil penjajah Romawi yang ada di Israel pada zaman Yesus, ternyata ada satu sosok yang membuat Yesus terkagum-kagum padanya.
Di antara sederetan penjajah yang berhati keras dan jahat ternyata ada satu sosok yang sangat lembut hatinya. Ia adalah seorang perwira di wilayah Kapernaum.
Satu ungkapan sang perwira yang sangat lembut, yang selalu kita daraskan ketika hendak menerima Tubuh Kristus pada saat Komuni yakni: "Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh."
Ada beberapa hal yang menunjukkan kalau perwira ini memang sungguh baik:
1. Ia sangat menghargai hambanya (Luk, 7:2).
Rasa-rasanya sulit dipercaya seorang perwira harus menghargai hambanya. Yang ada sebenarnya adalah taat total kepada atasan. Jika salah dipecat.
Kita bisa paham garis komando yang keras dalam dunia militer. Tetapi yang satu ini beda. Ia sangat menghargai hambanya.
Hambanya itu sedang sakit keras dan hampir mati. Segala upaya untuk kesembuhan hambanya sudah pasti dibuat. Semua obat pasti sudah diberi, tetapi tak kunjung sembuh. Kini harapan terakhirnya adalah sosok yang dia dengar dari cerita orang-orang tentang Yesus sang tabib Ilahi.
2. Ia sangat menghormati Yesus.
Sang perwira itu adalah orang Romawi. Orang asing. Penjajah pula. Tentu kemunculan Yesus yang fenomenal itu menjadi incaran penjajah.
Tetapi lain bagi perwira yang satu ini. Ia hormat pada Yesus sekalipun belum pernah bertemu. Ia bahkan merasa tidak layak bertemu dengan Yesus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 13 September 2021: Iman Orang Asing
Ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi untuk pergi bertemu dengan Yesus dan meminta-Nya untuk boleh datang menyembuhkan hambanya, (Luk, 7:3).
3. Di mata tua-tua Yahudi, perwira itu adalah orang baik karena dia mengasihi bangsa Israel dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat mereka. Inilah dua alasan yang mereka bawa kepada Yesus (Luk, 7:5).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/frid-tnopo-rd_06.jpg)