Berita Ngada
Hingga Hari Kelima, Korban Banjir Bandang di Malapedho Belum Ditemukan
meskipun belum ditemukan, namun pihaknya tetap melakukan pencarian korban sampai nanti ditemukan.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, BAJAWA-Hingga hari kelima, Rabu 8 September 2021, korban banjir bandang di Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada juga belum ditemukan.
Meski belum ditemukan, tim gabungan dari Basarnas Maumere, PMI Ende, BPBD Ngada, TNI dan Polri terus melakukan pencarian terhadap korban banjir yang bernama Mikhae Jeko.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada, Bernard Ferdinan Bura mengatakan bahwa, sesuai dengan kesepakatan bersama, meski belum ditemukan pihaknya tetap melaksanakan pencarian terhadap korban.
"Untuk korban yang sampai sekarang belum ditemukan, kita tetap melakukan pencarian," ungkapnya.
Bernard mengatakan, memang berdasarkan kesepakatan bersama setelah evaluasi pencarian korban, pihaknya sudah bersepakat untuk terus melakukan pencarian.
Baca juga: Dekatkan Pelayanan kepada Anggota, Kopdit Swasti Sari Buka Kantor Kas di Mataloko-Ngada
Dijelaskan Bernard, pencarian terhadap korban dilakukan pada 8 titik. Sampai dengan kemarin sore, Selasa 7 September 2021, pihaknya sudah melakukan pencarian pada titik keenam. Sedangkan titik ke 7 dan ke 8 berada di pesisir pantai dan laut.
"Tapi sampai dengan titik ke 6, kembali melakukan pencarian di titik pertama. Tapi tidak berhasil. Sekarang kembali ke titik pertama karena ada petunjuk diluar nalar bahwa berada di titik awal," ungkapnya.
Bernard mengatakan, meskipun belum ditemukan, namun pihaknya tetap melakukan pencarian korban sampai nanti ditemukan.
"Tentu ada batasan bahwa penanganan pasca bencana itu biasanya hanya sampai tuju hari atau nanti diperpanjang, tapi kita target pencarian pada tujuh hari pertama," terangnya.
Bernard menjelaskan, pencarian tujuh hari pertama berakhir pada Jumat 10 September 2021. Setelah itu, pihaknya melakukan evaluasi terkait proses pencarian selama ini, dan memutuskan apakah nantinya proses pencarian dilanjutkan atau dihentikan.
Baca juga: BPBD NTT Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang di Ngada
"Nanti pada hari Jumat baru kita evaluasi lagi, apakah kita lanjutkan sesuai dengan kondisi yang ada atau seperti apa, tergantung nanti hari ini, besok dan lusa hari Jumat," ungkapnya.
Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada diterjang banjir bandang pada hari, Jumat 3 September 2021.
Banjir bandang tersebut disebabkan oleh hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Inerie dan sekitarnya pada hari, Jumat 3 September 2031 sore hingga malam hari sekira pukul 10:00 Wita.
Akibat dari bencana tersebut, sebanyak lima rumah warga yang ada di kampung tersebut tertimbun lumpur. Banjir yang mengalir di kali Waesugi tersebut menyebabkan tiga dapur dan dua rumah induk rusak berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penggalian-mencari-korban-banjir-bandang.jpg)