Berita NTT
NTT Target 10 Medali Emas, 89 Atlet Berlaga di PON Papua
KONI NTT memastikan 89 atlet mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) NTT, Esthon Foenay menargetkan meraih medali emas.
"Kami target untuk ajang olahraga kempo mendatang di PON Papua akan meraih medali emas," kata Esthon saat memantau atlet kempo berlatih, Selasa kemarin.
Mantan Wakil Gubernur NTT ini menyebut 23 atlet kempo mengikuti PON Papua, terdiri dari 10 wanita dan 13 pria. Mereka telah dipersiapkan secara matang mulai dari fisik, mental maupun kesehatan.
"Sejauh ini, atlet-atlet yang dipersiapkan telah melaksanakan tahapan-tahapan latihan seperti latihan dasar, teknik dan persiapan lainnya dengan baik," ujarnya.
Menurut Esthon, atlet kempo harus mencapai kesuksesan seperti pada PON XIX di Jawa Barat dengan meraih 7 medali emas. "Semoga dengan segala persiapan dan doa kita bersama, atlet-atlet kempo kita dapat mempertahankan medali emas di PON Papua mendatang," ucapnya.
Terpisah, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT, Inche DP Sayuna menargetkan meraih tiga medali emas. "Target kami bisa menyabet tiga medali emas pada tiga nomor pertandingan kriket yang akan kami ikuti yaitu super sixes, super eight, dan twenty," kata Inche di Kupang, Senin (6/9).
Menurut Inche tiga medali emas ini merupakan target yang wajar karena tim cricket NTT sejauh ini telah menorehkan hasil yang cukup memuaskan.
Pada PON XIX Jawa Barat tahun 2016, kata Inche, tim cricket NTT dengan persiapan yang sangat terbatas dan kurang diperhitungkan dapat menyabet medali perunggu. Selanjutnya pada Pra PON 2019 tim cricket NTT berhasil menyabet medali emas. "Jadi kami cukup optimistis untuk bisa meraih tiga emas pada PON Papua ini," ucapnya.
Wakil Ketua DPRD NTT ini menyebutkan sebanyak 14 atlet crricket bersama dua pelatih dan satu manager akan berangkat ke Papua. Para atlet sejauh telah menjalani pelatihan yang intensif baik latihan mandiri yang dikawal secara daring oleh pelatih selama sekitar dua bulan, maupun latihan terpusat di lapangan.
"Semua atlet dan ofisial juga telah menjalani vaksinasi dan saat ini dalam kondisi kesehatan yang baik untuk siap diberangkatkan," katanya.
Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT ini mengatakan, kontingen cricket NTT akan diberangkatkan pada 21 September karena akan bertanding lebih dulu bersama-sama dengan sepak bola pada 25 September sebelum acara pembukaan PON Papua.
KONI Kabupaten Belu mengirim tujuh atlet untuk mengikuti PON Papua. Ketujuh atlet itu berlaga di tiga cabang olahraga, yakni tinju dengan lima atlet, sepak bola dua atlet dan pencak silat satu atlet.
Ketua KONI Belu Yohanes Jefri menjelaskan, lima atlet tinju asuhan Sasana Tinju Laka Boxing Camp (LBC) Belu, yakni Mario Kali, Libertus Gha, Anjelina Niis, Yudit Maunino dan Sherly Kase.
Atlet sepak bola diwakili Flabiola Soares (22) dan Crespo Hale (18) dari Sekolah Sepak Bola Bintang Timur Atambua. Sedangkan satu atlet beladiri atas nama Ronaldo Neno dari perguruan Perisai Diri Cabang Belu.
Menurut Jefri, para atlet telah dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di Kupang sebagai persiapan mengikuti PON Papua.