Breaking News:

Berita Sumba Barat

Bupati Yohanis Dade Berharap Tenun Ikat Sumba Barat Terkenal di Level Nasional dan Internasional

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H berharap tenun ikat Sumba Barat semakin terkenal secara nasional hingga internasional

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H bersama peserta sosialisasi MPIG foto bersama di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Jumat 3 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H berharap tenun ikat Sumba Barat semakin terkenal secara nasional hingga internasional.

Karena itu Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) tenun tradisional ini sebagai upaya memberikan pemahaman akan pentingnya legalitas tenun ikat tradisional Sumba Barat sehingga tidak ada pihak tertentu mengklaimnya.

Sebagai Bupati Sumba Barat, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah provinsi NTT serta Kanwil Kemenkumham NTT karena telah mengagendakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, sebagai upaya strategis dalam rangka melindungi hak kekayaan intelektual masyarakat khususnya tenun tradisional.

Demikian sambutan Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H ketika membuka kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) yenun tradisional digelar di aula Kantor Bupati Sumba Barat, Jumat 3 September 2021.

Baca juga: Atasi Antrean Padat Pengisian BBM, Bupati Sumba Barat Minta  SPBU KM 2 Kembali Beroperasi

Bupati Yohanis menjelaskan, di Kabupaten Sumba Barat sendiri, terdapat banyak ragam motif tenun ikat yang perlu mendapatkan perlindungan hukum dan perlu diberikan tanda untuk menunjukan asal tenun ikat itu.

Sebab setiap helaian tenun yang dikreasikan, tersirat berbagai pesan dan sejarah budaya serta leluhur. Itulah alasannya mengapa Indikasi Geografis sangat penting untuk dilindungi.

Sebagai contoh, tenun ikat Kraja yang menjadi ciri khas dari tenunan Lamboya memiliki kurang lebih 12 ragam motif tenun yang berbeda-beda ragam dan ceritanya masing-masing.

Untuk itu, ia berharap kain tenun tradisional di Kabupaten Sumba Barat semakin dikenal baik secara nasional maupun internasional. Kepada penenun, ia meminta meningkatkan kualitas hasil tenunannya dan jangan terlalu menaikan harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Yohanis Dade Resmi Membuka Kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Pertanian

Kepada para peserta sosialisasi, Bupati Yohanis berharap agar menginventarisir beragam motif tenun tradisional yang ada di Kabupaten Sumba Barat dan sertifikasikan sebagai warisan budaya nenek moyang dan hak kekayaan intelektual masyarakat Sumba Barat.

Sementara itu Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Provinsi NTT, Agustinus Frumentius mengatakan sosialisasi pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) tenun tradisional diikuti 30
peserta terdiri pelaku IKM maupun UKM tenun tradisional, pengusaha, pegiat bisnis, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerhati tenun dengan narasumner Erni Mamo Li, S.H, M.Hum dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Propinsi NTT.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman akan pentingnya legalitas tenun tradisional NTT umumnya dan khususnya tenun Sumba Barat, sebagaimana diketahui bahwa sampai saat ini semakin marak penjiplakan tenunan NTT dengan menggunakan alat printing, sehingga sudah selayaknya pemerintah memfasilitasi sertifikat MPIG khususnya tenun tradisional dari kabupaten Sumba Barat, agar tenun tradisional memiliki legalitas yang diakui oleh masyarakat nasional maupun masyarakat dunia.

Ia menambahkan, sosialisasi ini juga bertujuan memberikan perlindungan hukum terhadap produk tenun tradisional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelaku industri tenun tradisional yang ada di Kabupaten Sumba Barat. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai jual produk serta memperluas pangsa pasar tenun tradisional NTT ke tingkat nasional maupun internasional. (*)

Baca Berita Sumba Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved