Breaking News:

Berita Belu

Di Belu Masih 145 Orang Pasien Positif Covid-19 Belum Sembuh

Sampai dengan Jumat 28 Agustus 2021, jumlah pasien positif covid-19 yang belum sembuh di Kabupaten Belu sebanyak 145 orang

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD saat memimpin rapat penanganan covid-19 di Kabupaten Belu, Selasa 24 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sampai dengan Jumat 28 Agustus 2021, jumlah pasien positif covid-19 yang belum sembuh di Kabupaten Belu sebanyak 145 orang. Dari jumlah tersebut, yang dirawat di rumah sakit 13 pasien, isolasi terpusat 26 orang dan isolasi mandiri 106 orang.

Pasien COVID-19 dirawat di RSUD Atambua dengan Bed Occupacy Rate 68 persen dan sisa bed 32 persen dari kapasitas 22 bed. Di Rumah Sakit Soto Husada BOR 45 persen dan sisa bed 55 persen dari kapasitas 20 bed.

Data lain yang dirilis Satgas COVID-19 yakni kontak erat 15 orang, meninggal dunia 31 orang. Selain itu, realisasi vaksin dosis satu 36.069 orang, dosis dua 23.626 orang, dosis tiga khusus nakes 509 orang.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin kepada wartawan, Kamis 26 Agustus 2021 mengatakan, secara umum kasus covid-19 masih tinggi karena data harian pasien terkonfirmasi positif masih fluktuatif. Mencermati data ini, pemerintah tetap menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga.

Baca juga: Data Harian Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Belu Masih Fluktuatif

Untuk memutus mata rantai penularan covid-19, Bupati Agus Taolin meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yakni, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Khusus pasien positif covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) diharapkan untuk disiplin menjalankannya. Saat ini petugas terus melakukan pengawasan khusus bagi pasien isoman dan sudah diberi tanda khusus di rumah pasien berupa bendera dan stiker informasi.

Terpisah Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro meminta pasien terkonfirmasi positif COVID-19 untuk disiplin menjalani isoman. Sebab penularan covid-19 sangat rentan dari pasien isoman ketimbang pasien isolasi terpusat.

Dandim mengatakan demikian karena, sistem pengawasan pasien isoman masih sangat longgar. Petugas tidak mungkin 24 jam melakukan pengawasan. Hal yang diharapkan adalah kesadaran dari diri sendiri agar tidak kontak erat dengan sesama orang sekitar. Selain itu, dalam urusan treatment atau pengobatan dinilai kurang efektif karena petugas keliling berjam-jam hanya memberikan satu vitamin.

Baca juga: 30 Pasien Terpapar Covid-19 di Belu Meninggal Dunia

"Karena ini adalah pilihan pasien, maka kita harapkan harus disiplin kalau tidak disiplin sebaiknya pindah ke isolasi terpusat", ungkap Dandim Wiji. (*)

Berita Kabupaten Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved