Senin, 13 April 2026

Berita Kota Kupang

Kelurahan Fatululi Kota Kupang Jadi  Model Penanganan Narkotika

penanganan creening awal, intervensi singkat, sistem rujukan serta berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait,

Editor: Rosalina Woso
Dok. Kelurahan Fatululi
Pose bersama relawan, BNN dan pihak kelurahan Fatululi.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kelurahan Fatululi dijadikan rol model atau pelaksaan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) penanganan Narkotika di kota Kupang.

Keberadaan Kelurahan yang straegis dan tinggi mobilitas menjadi pertimbangannya. Selain itu, temuan atas penyalahgunaan Natkotika pernah terungkap di wilayah itu.

Dipililihnya kelurahan Fatululi sebagai IBM itu diitandai dengan penyerahan SK kepada relawan IBM di Kantor Lurah Fatululi, Selasa 24 Agustus 2021. 

relawan itu dibekali pengetahuan serta tindakan-tindakan dalam mengedukasi masyarakat tentang Narkotika dan dampak-dampaknya.

Koordinator Bidang Rehabilitasi BNN NTT, Daulat Samosir mengatakan, upaya itu ditempuh sebagai bagian dari pembinaan dan upaya pencegahan dini terkait penyalahgunaan maupun peredaran Narkotika.

Adapun dua wilayah sasaran pelaksanaan progam IBM itu, yakni desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu dan Keluhan Fatululi.

Baca juga: Dinkes Kota Kupang Enggan Komentari  Penutupan Lab Biokesmas, Sebut Hanya Beri Peringatan

"Ditetapkan Kelurahan Fatululi sebagai wilayah sasaran program ini, karena selain tinggi mobilitas juga pernah terjadi pengungkapan kasus Narkotika. Jadi kita bukan menjustifikasi daerah ini menjadi biang kerok masalah ini. Tidak. Justru kita mau memperkutnya," katanya.

Program ini sebut dia, lebih menekankan pada penguatan masyarakat. Artinya, masyarakat dilibatkan langsung dalam pelaksanaan program itu, sehingga diharapkan bersama-sama, berperan aktif memutus rantai penyebaran maupun penyalahgunaan Narkotika.

BNN, kata dia, telah merekrut lima relawan di Kelurahan setempat. Relawan itu dari tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh mayaraktat setempat.

Relawan itu telebih dahulu dibekali materi dan tindakan dari BNN. Tugas para relawan itu, adalah mengidentifikasi dini penyebaran Narkoba, penanganan creening awal, intervensi singkat, sistem rujukan serta berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun pihak Kepolisian.

Daulat memastikan program itu akan terus diperluas ke Kelurahan atau wilayah lainnya di NTT. Daulat berharap, warga berperan aktif dan bersama-sama berperan memutus rantau penyebaran Narkotika ini.

Baca juga: Wakil Wali Kota Kupang Minta Perketat Pos Jaga di Pintu Masuk Pasar

Lurah Fatululi Donatus Samon menyampaikan terima kasih kepada BNN yang telah menetapkan Fatululi sebagai wilayah sasaran. Program itu dinilainya sebagai upaya cerdas BNN dalam membentengi warga atas penyalahgunaan narkotika.

Memeprtimbangkan kelurahan Fatululi yang menjadi wilayah pusat ekonomi, diikuti tingginya mobilitas warga, membuka ruang bagi warga luar masuk ke Kelurahan setempat.

Maka untuk mencegahnya, perlu kerja sama semua phak. Untuk itu, kerja sama dengan BNN sebagai upaya tepat mencegah penyebaran ataupun penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved