Breaking News:

Berita Sumba Barat

Belalang Kembara Serang Sumba Barat, Petani Diminta Siaga di Areal Persawahan

Belalang kembara yang sebelumnya menyerang di wilayah Desa Lokori, Kecamatan Tanah Righu,  Sumba Barat

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Belalang kembara mencoba menyerang areal persawahan kering kerontang paskah panen padi di km 2 kota Waikabubak, Sumba Barat, Selasa 24 Agustus 2021. Hanya mendapatkan batang padi kering, belalang tersebut terbang meninggalkannya 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Belalang kembara yang sebelumnya menyerang di wilayah Desa Lokori, Kecamatan Tanah Righu,  Sumba Barat dan sekitar akhir Juli 2021 menyerang ke  Desa Temah Tanah dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Wewewa Timur serta Wewewa Selatan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan sejak pekan lalu,  kembali menyerang lahan persawahan kering atau paskah panen di areal persawahan tadah hujan disekeliling Kota Waikabubak, Sumba Barat dan sekitarnya.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM, Selasa 24 Agustus 2021 siang, ribuan belalang kembara beterbangan diatas lahan persawahan kering yang ditinggal petani paskah panen di km 2 ke arah barat kota Waikabubak, Sumba Barat atau tepatnya sekitar 50 ke arah barat Kantor Diler Honda Sumba Barat.

Nampak terlihat belalang kembara mencoba hinggap diareal  persawahan kosong karena hanya tersisa batang padi kering kerontang. Kawanan belalang kembara itu terus beterbangan mengikuti arah angin mengarah ke selatan kota Waikabubak, Sumba Barat.

Terhadap keadaan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat, Ir.Amos R. Dida meminta para petani siaga khusus petani yang memiliki lahan tanaman jagung dan padi yang sedang tumbuh besar sekarang.

Baca juga: Petani Siaga, Belalang Kembara Mulai Serang Tanaman Padi Sawah di Waikelo Sawah, SBD

Para  petani diminta membunyikan apa saja untuk menghalau datangnya hama belalang yang hendak menyerang tanaman padi dan jagung milik masyarakat. Saat ini, para petani merasa bersyukur hama belalang muncul setelah para petani selesai panen.

Menurutnya, hama belalang itu muncul pertama kali dengan berterbangan secara berkelompok diatas areal persawan Kaori, Kota Waikabubak, Sumba Barat sekitar pekan lalu. Yang terpantau kawanan belalang itu hanya terbang saja tanpa diketahui lokasi hinggapnya.

Semenjak kejadian hingga saat ini, pihaknya telah mengerahkan seluruh penyuluh pertanian dan masyarakat untuk memantau lokasi hinggap hama belalang itu. Bila diketahui lokasinya maka pihaknya akan melakukan penyemprotan.

Ia mengaku,  saat ini, stok obat hama belalang habis dan hanya tersisa sedikit saja. Dan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan obat kepada Dinas Pertanian Propinsi NTT untuk membasmi hama belalang di Sumba Barat. Harapan pekan depan, obat tersebut tiba di Sumba Barat sehingga pihaknya dapat melakukan penyemprotan.

Baca juga: Peneliti Hama Sebut Belalang Kembara Bisa Diatasi Kalau Diantisipasi Sejak Awal 

Ia menambahkan, beberapa hari lalu, hama belalang itu sempat menyerang tanaman jagung masyarakat di Sobarade. Kerusakan sekitar 1/2 hektar are. Namun berkat kesigapan petani dapat mengusir belalang dari lokasi lahan jagung itu.

Karena itu, ia menghimbau seluruh petani yang memiliki tanaman padi dan jagung yang sedang tumbuh besar agar  siaga untuk menghalau hama belalang yang sewaktu-waktu datang menyerangnya. (*)

Berita Sumba Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved