Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 24 Agustus 2021, Pesta St. Bartolomeus Rasul: Iman Murni
Nama Natanael disebut kembali pada akhir Injil Yohanes bersama sejumlah murid lain di pantai Danau Galilea setelah Kebangkitan Yesus.
Eusebius dari Kaisarea menulis dalam Ecclesiastical History (5:10) bahwa setelah Kenaikan Yesus, Bartolomeus menuju ke India sebagai misionaris dimana ia meninggalkan sebuah salinan Injil Matius.
Tradisi lain merekamnya sebagai misionaris ke Ethiopia, Mesopotamia, Parthia, dan Lycaonia.
Rasul Bartolomeus bersama Yudas anak Yakobus, dikenal sebagai pembawa Kekristenan ke Armenia pada abad ke-1 M. Kedua rasul ini menjadi santo pelindung Gereja Apostolik Armenia.
Rasul yang satu ini dijuluki oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai “orang Israel sejati yang tanpa kepalsuan” (1:47).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Agustus 2021: Iman dan Kasih
Manusia sejati tanpa kepalsuan ini dapat dijelaskan dalam kata Yunani “alethos” yang secara harafiah berarti “sungguh-sungguh, benar-benar”.
Kita dapat mengatakan bahwa Yesus menghendaki orang Kristen, pengikut Kristus, hidup tanpa kepalsuan yang berasal dari kata Yunani “dolos”, artinya jujur, tanpa tipu muslihat, tanpa akal bulus.
Orang Kristen hidup semata hanya untuk memuliakan Tuhan tanpa sisipan agenda “kepentingan” infantil lain.
Kita melakukan aktivitas yang menggambarkan identitas sebagai orang Kristen hanya untuk memuliakan keagungan Tuhan.
Pahala bagi orang Kristen sejati tanpa kepalsuan adalah melihat kemuliaan surga yang sudah dipersiapkan-Nya setelah manusia melalui kesementaraan hidup ini.
Berdasarkan warta Injil, kita belajar dari Santo Bartolomeus untuk hidup murni, otentik. Tidak menutupi keraguan manusiawi.
Keberanian bersikap terbuka itu menjadi gerbang keselamatannya. Tuhan melihat kita telanjang. Kepura-puraan tidak berlaku.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Agustus 2021: Pakaian Pesta
Sikap jujur dan murni adalah ciri hidup Kristen yang sejati yang berdaya mentransformasi kita menuju perubahan dan pembaruan hidup.
Orang yang otentik tidak mencari muka dan terbuka pada segala kemungkinan pembaruan dari Tuhan dan sesama.
Iman Bartolomeus yang otentik inilah yang memberi ruang rohani bagi Tuhan untuk mengalirkan rahmat kekuatan yang mengubah Bartolomeus menjadi murid Kristus yang tabah menderita bersama Kristus.
Dia menjadi Santo Pelindung bagi orang-orang yang memohon keberanian serta kekuatan iman dalam membela kebenaran.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 23 Agustus 2021: Iman dan Tindakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)