Puasa Daud

Tata Cara dan Lima Keutamaan Puasa Daud

Puasa daud hukumnya sunnah. Namun bila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala. Tahukah Anda Puasa Daud mempunyai banyak manfaat?

Editor: Gordy Donofan
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa daud punya banyak manfaat 

Misalnya apabila ada seorang lelaki yang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari, kemudian (giliran) tidak puasanya bertepatan dengan hari Kamis sehingga giliran puasa (berikutnya) bertepatan dengan hari Jumat maka tidak ada halangan baginya untuk berpuasa pada hari Jumat dalam kondisi demikian,

sebab dia tidaklah berpuasa di hari Jumat karena status hari itu adalah hari Jumat. Akan tetapi karena dia sekedar meneruskan puasa yang biasa dilakukannya. Adapun apabila dia meneruskan puasa yang biasa dilakukannya (dan) bertepatan dengan hari terlarang untuk puasa,

maka wajib baginya meninggalkan puasa seperti apabila (giliran) puasanya itu bertepatan dengan hari Idul Adha atau hari Tasyriq, sebagaimana apabila ada seorang perempuan yang biasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia menjumpai sesuatu yang menghalanginya untuk berpuasa seperti karena sedang haidh atau nifas- maka saat itu dia tidak boleh berpuasa.” (Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam, hal. 492, cet Dar Ats Tsuraya).

Tata Cara Puasa Daud

Sebenarnya, tata cara puasa Daud tidak berbeda dengan puasa lain pada umumnya, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Secara singkat, tata cara dalam menjalanka puasa Daud adalah sebagai berikut:

1. Niat

Niat puasa Daud sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum fajar terbit. Namun karena ini merupakan puasa sunnah, jika lupa maka boleh berniat di pagi hari asal belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang akan membatalkan puasa.

Meski begitu, di dalam hadis tidak ditemukan bagaimana lafaz daei niat puasa Daud. Selain itu, Rasulullah SAW dan para sahabat beliau juga biasa mengerjakan amal dengan niat namun tanpa dilafadzkan.

Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafadzkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah agar membantu hati dalam menghadirkan niat.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah SAW. Namun jika ingin mengetahui lafaz niat puasa Daud, yakni:

“Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala,”.

2. Makan Sahur

Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena terlambat bangun dan waktu sahur habis, puasanya tetap sah.

3. Menahan Diri dari Sesuatu yang Membatalkan

Sesuatu yang menjurus kepada batalnya puasa misalnya dengan menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa. Ini dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa atau menghampakan puasa. Misalnya dengan berdusta, melakukan ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan. Nantinya, orang tersebut hanya akan merasakan lapar dan haus saja, dan tidak mendapatkan pahala puasa.

4. Berbuka

Waktu berbuka puasa Daud sama dengan waktu berbuka puasa pada umumnya, yakni ketika matahari terbenam. Menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunnah puasa yang uga baik untuk tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Bagi orang yang mampu, maka bisa melakukan puasa Daud ini untuk mendapatkan segala keutamaannya.

Berita Puasa Daud lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved