Sabtu, 16 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 20 Agustus 2021: Hukum Kasih

Renugan harian katolik jumat 20 agustus 2021 RD. Eman Kiik Mau menulis renungan dengan judul hukum kasih. Tersedia teks lengkap bacaan hari ini.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik Jumat 20 Agustus 2021: Hukum Kasih (Mat 22:34-40)

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Erich Fromm, Filsuf dan Psikolog terkemuka, membedakan antara cinta yang tak dewasa dan cinta yang dewasa.

Cinta yang tak dewasa berbunyi, "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu!" 

Cinta yang dewasa berbunyi, "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu!"

Oleh karena cinta, Rut menguatkan hatinya untuk meninggalkan bangsanya lalu mengikuti mertuanya ke tanah Yehuda, serta mencintai bangsa dan Allah Israel.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Agustus 2021: Iman dan Kasih

Kesetiaan cinta Rut membawanya ambil bagian dalam garis keturunan Sang Mesias. Ketulusan cinta Rut menempatkan namanya sebagai salah seorang wanita yang terpuji dalam Kitab Suci, Rut 4:13-17.

Yesus mengajarkan perihal *Hukum Kasih. Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Hukum emas ini merupakan penegasan dan ajaran yang mengatasi keseluruhan hukum serta ajaran lain. Hukum Kasih ini menunjukkan bahwa Allah sendiri adalah Kasih. Deus Caritas Est. Allah adalah Kasih. 

Dari Allah, kita menimba dan menghidupi semangat kasih untuk mencapai kesempurnaan dalam mengasihi. Sifat dan sikap manusiawi cenderung mengutamakan diri dan berpusat untuk diri sendiri saja. Semangat cinta diri pada akhirnya membawa orang pada pengabaian akan Allah. 

Kita lebih mementingkan hasil dan pekerjaan, kesuksesan, ambisi pribadi dan sebagainya. Akhirnya doa, tindakan baik, kegiatan rohani, hanya sekedar pelengkap dalam keseharian. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Iri Hatikah Engkau Karena Aku Murah Hati?

Ketika relasi dengan Allah mulai memudar, relasi dengan sesama pun mengalami kekeringan. Sikap egois, mencari keuntungan dan keselamatan diri sendiri, benci dan balas dendam, menunjukkan pudarnya kasih dan matinya cinta.

Hari ini Gereja memperingati Santo Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja. Ia dianugerahi Allah kecemerlangan otak sehingga ia sangat pandai.

Akan tetapi, bukan ini yang membuatnya suci tetapi karena ia dapat memadukan antara kepandaian dengan kehidupannya yang saleh dan suci. Semua bakat dan kemampuan diabdikan untuk Tuhan dan pewartaan Injil-Nya. 

Kita mungkin sulit untuk menjadi seperti Santo Bernardus. Paus Fransiskus pernah berkata, *"Menjadi orang kudus itu tidak usah menjiplak seorang kudus tertentu, karena setiap dari kita dipanggil untuk menjadi kudus dengan cara kita masing-masing. Tuhan telah memberikan pelbagai kemungkinan bagi kita umat-Nya untuk menjalani hidup suci dan itu bisa sangat spesial dan istimewa!*

Hari ini saya menjadi Ceremoniarius dalam Perayaan Syukur Ulang Tahun CU Kasih Sejahtera yang ke-14 dan Pemberkatan Gedung Kantor Pusat CU Kasih Sejahtera Atambua. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Yang Mulia Mgr. Dominikus Saku, Pr dengan tema, "Melalui Peresmian Gedung Kantor Pusat Kita Tingkatkan Kiprah CU Kasih Sejahtera Sebagai Ragi dan Garam dalam Inovasi Pemberdayaan Tiada Henti di Wilayah Keuskupan Atambua."

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved