Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: "Iri Hatikah Engkau Karena Aku Murah Hati?"
Untuk renungan harian katolik Rabu 18 Agustus 2021, RD.Eman Kiik Mau menyoroti upah menurut keadilan Tuhan, Iri Hatikah Engkau Karena Aku Murah Hati?
Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: "Iri Hatikah Engkau Karena Aku Murah Hati?" (Mat 20:15)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Kemurahan tuan rumah seperti terkisah dalam Injil Matius hari ini tak terbatas, Ia mengupah para pekerja sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat sedinar sehari. Mereka yang bekerja dari pagi dan yang bekerja setelah tengah hari diupah sama, masing-masing menerima sedinar (Mat 20:1-16a).
Kemurahan hati tuan rumah ini tidak diterima baik oleh yang bekerja sejak pagi. Mereka mulai bersungut-sungut, iri, merasa diperlakukan tidak adil. Mereka berpikir sejatinya mendapat upah lebih, karena jam kerja mereka lebih lama, tenaga mereka lebih banyak terkuras, hasil karya mereka juga lebih banyak.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Upah dan Bonus
Kemurahan hati tuan rumah itu adalah gambaran kemurahan hati dari pribadi Allah yang tanpa batas. Allah memperlakukan, menyediakan rahmat bagi setiap orang secara sama, tidak seperti manusia memperlakukan orang berdasarkan besar kecilnya jasa, lama singkatnya masa bakti, besar kecilnya pengorbanan seseorang.
Manusia cenderung dalam melakukan apa pun, suka membuat hitung-hitungan. Hitung-hitungan antar kita manusia, meski seharusnya tidak kita lakukan, masih dapat kita mengerti. Namun, jangan membuat hitung-hitungan ketika berhadapan dengan Tuhan, yang selalu menyelenggarakan hidup kita setiap saat.
Tuhan Yesus, semoga kami murah hati seperti Engkau murah hati. Amin.*
Renungan harian katolik lainnya
==================
Bacaan-bacaan hari Rabu 18 Agustus 2021:
Bacaan I : Hakim-Hakim 9:6-15
Kalian berkata, “Seorang raja akan memerintah kami.”, padahal Tuhanlah rajamu
Sekali peristiwa berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka:
"Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga. Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)