Selasa, 7 April 2026

Berita Malaka

Bupati Malaka Plesetkan Bencana Seroja Sebagai Roh Jahat

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH menjadi inspektur upacara pengibaran Bendera Merah Putih

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bupati Malaka, Simon Nahak bersama unsur Forkompimda dan paskibra berfoto bersama usai upacara HUT RI ke 76 di Betun, Selasa 17 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH menjadi inspektur upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI tahun 2021.

Upacara HUT RI dengan Tema "Indonesia tangguh, Indonesia maju" khusus di Malaka dilaksanakan dalam situasi yang serba sulit pasca terkena bencana seroja dan kini dilanda covid-19.

Bupati Malaka, Simon Nahak dalam arahannya saat upacara HUT RI, Selasa 17 Agustus 2021 atas nama Pemerintah Kabupaten Malaka mengucapkan selamat Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Malaka.

"Semoga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kuat menghadapi berbagai tantangan," katanya.

Baca juga: Bupati Malaka Persilahkan Investor Berinvestasi di Malaka

Menurut Simon, perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun ini, mengusung tema besar "Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh".

Makna tema ini mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.

Tema ini juga, merupakan cita-cita yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai visi bangsa yang harus diperjuangkan dari waktu ke waktu untuk menempatkan Indonesia terus berada dalam barisan terdepan kemajuan peradaban dunia.

"Tahun ini, kita masih berada dalam masa-masa yang sulit karena pandemi corona virus disease atau Covid-19. Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan manusia, tetapi juga sekaligus memukul sendi-sendi ekonomi dunia, termasuk Indonesia," ujar Simon.

Baca juga: Manfaat Lidah Buaya Untuk Perawatan Kulit dan Efek Sampingnya

Sejak pandemi ini mewabah di Indonesia, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama TNI/POLRI, lembaga agama dan sosial terkait lainnya telah bahu-membahu melakukan berbagai tindakan antsisipatif dan pengendalian untuk menekan penyebaran virus ini bertransmisi lebih luas di NTT.

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dilakukan dengan kerja dari rumah, belajar dari rumah, sosialisasi cara hidup sehat, cuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan massa serta melakukan vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan kelompok.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama TNI/POLRI serta pemangku kepentingan terkait selalu memprioritaskan dan memberikan perhatian serius terhadap penanganan Covid-19 di daerah ini, yang tentunya harus dikoordinasi dan diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

"Pendemi belum berakhir, bahkan sampai merenggut Nyawa, untuk itu, marilah kita berdoa kepada saudara - saudari kita yang meninggal akibat pandemi Covid-19," kata Simon.

Dirinya merasa terharu, khusus Kabupaten Malaka juga menghadapi tantangan seperti bencana badai Siklon seroja, atau dirinya plesetkan menjadi 'serangan roh jahat' yang mengakibatkan banyak korban baik jiwa manusia maupun lahan pertanian , ternak dan sebagainya

" Banyak musibah yang kita hadapi selain corona yaitu badai siklon seroja yang menyebabkan banjir Benenai, saluran irigasi pada rusak dan hasil pertanian masyarakat petani menurun akibat pengairan tidak lancar,' ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved