Berita Lembata
Wabup Langoday Undang Bank Indonesia Datang Langsung ke Lembata dan Kembangkan UMKM
Bank Indonesia juga berupaya memfasilitasi produk-produk UMKM di NTT hingga bisa menembus pasar ekspor luar negeri
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Wabup Langoday Undang Bank Indonesia Datang Langsung ke Lembata dan Kembangkan UMKM
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Melalui Seminar Peran Bank Indonesia Dalam Peningkatan UMKM di Masa Pandemi Covid-19 Kabupaten Lembata yang dilangsungkan secara virtual, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday secara langsung menyampaikan undangannya kepada direksi Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT untuk datang ke Kabupaten Lembata.
Thomas Ola Langoday yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata ini mengajak
Manajer Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT Handrianus Paulus Asa dan segenap direksi Bank Indonesia perwakilan NTT datang ke Lembata dan bersama Pemda menumbuhkan jejaring UMKM yang ada di kabupaten satu pulau ini.
"Om Handri, ayo bisa segera datang ke Lembata. Buat hamparan-hamparan ini jadi hijau dan menghasilkan lembaran-lembaran hijau dan merah. Bang Ahmad Yohan dan Bang Handri saya tunggu di Lembata. Untuk sama sama kita bina dan didik para enterpreuner supaya mereka bisa jadi pengusaha yang andal," ajak Wabup Langoday saat membuka seminar tersebut di Aula SMA Frater Don Bosko Lewoleba, Jumat, 13 Agustus 2021.
Baca juga: Kisah Yohanes Kewasa, Penyandang Disabilitas yang Jadi Penggerek Bendera di Lembata NTT
Kabupaten Lembata menurutnya punya banyak potensi perekonomian yang luar biasa jika dikembangkan serius. Mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata dan potensi usaha ekonomi kreatif lainnya.
Oleh sebab itu, dia mengundang Bank Indonesia datang ke Lembata dan bisa membentuk klaster-klaster ekonomi mikro dan menengah sesuai potensi-potensi yang dia sebutkan di atas.
Pemerintah daerah, ujarnya, pasti akan sangat senang dan bersyukur bila Bank Indonesia datang ke Lembata.
"Pemda pastinya akan welcome kalau Bank Indonesia datang dan ciptakan pengusaha-pengusaha andal di sini," tambah dia.
Baca juga: Wabup Langoday: BBM Subsidi Bukan Untuk Masyarakat Lembata Kategori Ekonomi Menengah ke Atas
"Kalau BI bisa buat klaster-klaster ekonomi di Lembata itu luar biasa. Di tempat lain sudah maju, tapi datang ke Lembata saja. Lalu, saya minta pelatihan seperti ini dibuat berulang kali dan butuh pendampingan. Jangan sampai pelatihan habis itu tinggalkan begitu saja," pesannya.
Sebelumnya, Manajer Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT Handrianus Paulus Asa memaparkan Data BPS tahun 2016 yang mencatat sebanyak 430 ribu pelaku usaha ada di NTT.
Secara ekonomi, kata Handrianus, para pelaku usaha ini menyumbang hampir 99 persen pertumbuhan perekonomian di NTT.
Ini artinya tulang punggung perekonomian di NTT ada di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal demikian pula menurutnya yang menjadi motivasi Bank Indonesia giat mendorong peningkatan UMKM di NTT.
Baca juga: Bantuan Alat Produksi Untuk UMKM di Lembata Tertumpuk di Gudang Diskoperindag Pasar Lamahora
Disebutkannya, salah satu hal yang dilakukan oleh Bank Indonesia ialah fokus pada korporatisasi lembaga UMKM.
"Pentingnya penguatan lembaga UMKM, Kami mendorong penguatan lembaga UMKM lewat pemberian sertifikasi yang penting untuk menunjang UMKM di NTT," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wakil-bupati-lembata-menyampaikan-undangannya-kepada-direksi-bank-indonesia.jpg)