Berita Kota Kupang
Angin Kencang Harga Ikan di Kota Kupang Meningkat
Kondisi cuaca angin kencang saat ini sangat mempengaruhi harga jual bagi pedagang ikan.
Angin Kencang Harga Ikan di Kota Kupang Meningkat
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Angin kencang yang melanda NTT belakangan ini sangat mempengaruhi harga ikan bagi pedagang di Kota Kupang dan menyebabkan harga ikan pun naik.
Kepada Pos Kupang, Sabtu 14 Agustus 2021, salah seorang pedagang ikan Yandri Gaspersz, mengatakan kondisi cuaca angin kencang saat ini sangat mempengaruhi harga jual bagi pedagang ikan.
Sebab, harga ikan yang diambil dari para nelayan harganya didapat tidak stabil terebih khusus ikan mancing sehingga sangat mempengaruhi pada pendapatan pedagang ikan ketika di jual.
Dia menjelaskan, jika stok ikan yang masuk ke Penampungan Ikan (TPI) Oeba dalam jumlah banyak maka harga standar yang didapat berkisar Rp.40 ribu perkilo.
Namun, jika stock ikan berkurang otomatis harga ikan juga ikut meningkat dikisaran Rp 45 sampai 50 ribu perkilo.
Baca juga: DPW Partai NasDem Provinsi NTT Gelar Vaksinasi Massal Bagi Warga Kota Kupang
Untuk menjual kembali seperti ikan kandola dan kerapu dengan harga Rp 35-40 ribu perekor serta ikan cangkalan, dan belang kuning kisaran Rp 50 -70 ribu perekor.
Harga tersebut, menurut Yandri juga dilihat dari ukuran ikan. Akibatnya, pendapatan yang ia peroleh biasanya diatas satu jutaan harus merosot jauh dengan harga ikan yang tidak menentu ini.
Yandri berkata, mayoritas ikan-ikan berukuran besar dipasok dari luar wilayah Kota Kupang sementara ikan kecil biasa di dapat dari nelayan yang ada disekitar perairan Timor, namun harganya tidak sama seperti ikan besar dari luar perairan Timor.
"Tidak menentunya harga ikan saat ini karena rata-rata ikan tersebut area penangkapan diluar Kupang seperti Flores, Rote dan Alor yang dipasok ke Kupang," katanya.
Dia menambahkan, daya beli masyarakat juga mulai menurun dengan varian ikan yang terbatas, apalagi dalam kondisi PPKM ini. Pembatasan aktifitas masyarakat menyebabkan penjual kesulitan menjual hasil yang ada.
Baca juga: DPW NasDem NTT Vaksin 750 warga Kota Kupang
Kondisi ini, kata Yandri, dirinya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan keadaan dengan tidak menutup tempat usaha.
"Usaha ini tetap dijalani sebab semua demi memenuhi ekonomi keluarga. Apa lagi kondisi pandemi tidak mungkin harus berhenti," tandasnya.
Ia berharap cuaca dan pandemi segera kondusif agar keadaan bisa kembali normal dan daya beli masyarakat terhadap hasil laut berupa ikan ini bisa kembali seperti sedia kala. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/badai-angin-tenggara.jpg)